Gus Sholah Imbau Kagaduhan Bendera HTI Dihentikan

Antara
27/10/2018 21:46
Gus Sholah Imbau Kagaduhan Bendera HTI Dihentikan
(MI/RAMDANI)

PENGASUH Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur KH Salahudin Wahid mengimbau warga agar menghentikan kegaduhan terkait insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid, sehingga tercipta kedamaian dan persatuan bangsa.

"Kami berharap ini sudah tenang, tidak ada lagi kegaduhan, tindakan yang saling menyerang, saling provokasi itu tidak produktif," kata Gus Sholah, sapaan akrabnya, di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, hari ini.

Pihaknya sebenarnya menyesalkan adanya insiden peristiwa pembakaran bendera yang ada kalimat tauhid. Bendera itu dikenal bendera organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan oleh oknum Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) dalam acara Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan, Garut, 22 Oktober 2018.

Gus Sholah juga mempertanyakan oknum yang menyusup itu, kenapa sampai membawa bendera selain yang diminta panitia.

Menurutnya, polisi harus mengusut dengan tuntas motif di balik alasan yang sebenarnya, termasuk memastikan apakah ada yang menyuruh atau karena diri sendiri.

"Dengan ini kami menyesalkan terjadi peristiwa itu yang diawali penyusup. Seseorang yang membawa bendera bertuliskan kalimat itu pada acara Hari Santri yang dirampas dan dibakar oleh oknum itu, sehingga menimbulkan dampak kegaduhan nasional. Kami juga bertanya-tanya siapa yang suruh orang susupkan, mungkin juga diri sendiri, mungkin juga ada yang menyuruh, hanya polisi yang punya wewenang," kata dia menjelaskan.

Ia juga menambahkan, dalam menanggapi kejadian itu ada dua persepsi, yaitu yang menyatakan tindakan oknum itu tidak bisa dibenarkan serta bisa dibenarkan. Untuk yang bisa dibenarkan sebagai antisipasi terhadap bahaya yang lebih besar lagi.

Pihaknya juga mengakui insiden itu, juga menimbulkan situasi di masyarakat menjadi tidak nyaman. Namun, Gus Sholah juga menyesalkan adanya penyusup pada hari itu melakukan hal yang dinilai tidak etis.

Gus Sholah juga memberikan apresiasi atas permohonan oknum anggota Banser Garut pascakejadian itu. Pihaknya juga tetap mendukung agar aparat penegak hukum bertindak tegas menindaklanjuti proses hukum yang berlaku pada pihak yang terlibat.

"Kami juga menyerukan agar menahan diri, tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu persatuan bangsa. Kami juga serukan agar semua mengedepankan kearifan, tenggang rasa demi menjaga 'ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan)'. Semoga Allah senantiasa menjaga. Mudah-mudahan ini sudah tenang," kata dia pula. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya