Penting Berikan Suara yang Sah di Pemilu 2019

Insi Nantika Jelita
27/10/2018 14:29
Penting Berikan Suara yang Sah di Pemilu 2019
(Ilustrasi)

DIREKTUR Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyampaikan pesan kepada pemilih saat hendak nyoblos di hari pemungutan Pemilu 2019 mendatang. Titi menekankan pentingnya pemilih memberikan suara yang sah.

" Saya kira penting pemilih memberikan suara yang sah. Karena ada pemilih yang tidak paham suara itu tidak sah. Seperti pemilu tahun lalu, di Banten pada Dapil II suara tidak sah sebesar 22%," ungkap Titi saat mengisi diskusi yang bertajuk Partai Dalam Garis Ambang Batas di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (27/10).

Hal tersebut, sambung Titi, merupakan tantangan terbesar bagi calon legislatif dan partai politik untuk memberikan edukasi kepada pemilih agar suaranya sah.

"Strategi caleg dan partai menjadi penting untuk memberikan edukasi kepada pemilih, jangan sampai mereka (pemilih) saat nyoblos di TPS nantinya suara mereka tidak sah," ujarnya.

Selain itu, Titi mengingatkan bahwa kontestasi pemilu tidak hanya soal partai melainkan juga kepada caleg. Pemilu 2019 mendatang dilakukan secara serentak, tidak hanya pemilihan presiden tetapi juga pemilihan legislatif. Penting bagi para calon pemilih untuk mengetahui rekam jejak caleg yang akan dipilihnya.

"Kontestasi pemilu realnya bukan 16 partai politik saja tetapi ada caleg. Karena masih ada 20% pemilih undecided. Kemudian ada pemilih yang suka calegnya tapi tidak suka partainya," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti juga berpandangan yang sama. Menurutnya, pemilih saat ini cenderung melihat kepada partai bukan kepada figur atau calegnya. "Potensi orang akan memilih partai karena jatah kursi yang lebih tinggi (di bangku DPR). Yang terpilih biasanya caleg dengan nomer urut satu atau dua di surat suara," tuturnya

Ia juga mengungkapkan persoalan pemilih yang cenderung tidak mau berlama-lama di tempat pemungutan suara (TPS). Oleh karena itu, dalam waktu yang singkat tersebut diharapkan pemilih dapat menggunakan hak suaranya dengan sebaik-baiknya.

"Pemilih itu kan enggak mau 10 menit di TPS. Secara teknis dipikirkan itu nanti oleh KPU. Sosialisasi juga penting kepada pemilih agar mereka paham saat menyoblos nanti." tandasnya.(OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya