Kritik Ekonomi oleh Oposisi Tidak Sesuai Data

Akmal Fauzi
26/10/2018 18:26
Kritik Ekonomi oleh Oposisi Tidak Sesuai Data
(MI/Akmal Fauzi)

STAF khusus presiden bidang ekonomi, Ahmad Erani Yustika menilai kritik tentang ekonomi yang kerap dilontarkan oposisi beda dengan data yang dimiliki pemerintah. Banyak capaian di bidang ekonomi yang sejatinya telah bisa dilakukan pemerintah.

"Data-datanya menunjukkan yang berbeda apa yang disampaikan," kata Erani dalam diskusi di Markas Tim Akar Rumput Jokowi, Jalan Karang Asem 4, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Jumat (26/10)

Ia menjelaskan, pemerintah memiliki tiga gagasan besar pembangunan ekonomi. Pertama, membangun Indonesia dari pinggiran, mendorong kemandirian ekonomi serta meningkatan produktivitas ekonomi rakyat.

"Itu gagasan utama pemerintah di bidang ekonomi, yang coba dikawal dan diturunkan dalam aneka kebijakan dan program ekonomi," jelasnya.

Ia mencontohkan, soal inflasi. Pemerintah dalam empat tahun berhasil menjaga inflasi di bawah 4%. Capaian itu menurutnya, tidak pernah terjadi pada pemerintahan sebelumnya.

"Tidak ada selama rezim empat tahun berturut, ini bisa dicapai. Tidak mudah, karena di balik inflasi yang terjaga ada program yang mesti dikawal," jelasnya.

Ia juga membeberkan bagaimana pemerintah berani menaikkan batas pendapatan tidak kena pajak (PTKP), yang sebelumnya Rp36 juta setahun, menjadi Rp54 juta. Dengan begitu, masyarakat yang memiliki penghasilan di bawah Rp4,5 juta per bulan, tidak kena pajak.

"Akumulasi kebijakan ini membuat gini ratio (kesenjangan) menurun," ucapnya.

Ia juga menilai pemerintah bernyali besar terkait upaya divestasi perusahaan tambang besar PT Freeport Indonesia, dan Blok Rokan. Ia mengatakan, ada pertarungan politik yang tidak sederhana di balik upaya itu.

"Ini bentuk bagaimana pemerintah sebetulnya bernyali besar di kasus Freeport dan Blok Rokan," tegas Erani.

Ia pun yakin masyarakat bisa melihat data-data sebenarnya soal kondisi ekonomi terkini Tanah Air. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya