Gerakan Revolusi Mental Terus Dipercepat dan Dibudayakan

Irvan Sihombing
26/10/2018 17:02
Gerakan Revolusi Mental Terus Dipercepat dan Dibudayakan
(ANTARA)

KEGIATAN Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Tahun 2018 digelar di Manado, Sulawesi Utara, 23-28 Oktober ini. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, ikut menghadiri kegiatan itu, kemarin.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Soedarmo selaku penanggung jawab Kegiatan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Tahun 2018 mengatakan acara tersebut digelar untuk mempercepat, memasyarakatkan, dan membudayakan revolusi mental.

"Tujuan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2018 antara lain sebagai bagian dari upaya membangun sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk percepatan revolusi mental melalui berbagai program dan strategi sebagai sarana informasi dan komunikasi terkait dengan revolusi mental dan capaiannya. Tujuan lainnya ialah menunjukkan ke masyarakat aksi nyata pemerintah dalam mengimplementasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental," kata Soedarmo.

Puan Maharani dalam sambutannya memberi apresiasi karena Kegiatan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental kembali terlaksana.

"Suatu kebanggaan karena dari tahun ke tahun pesertanya semakin banyak dan membludak. Ini membuktikan bahwa Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental mulai terasa di hati masyarakat dan pemerintah. Atas nama pemerintah, saya menyatakan apresiasi," tutur Puan.

Berdasarkan keterangan panitia, Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2018 diikuti kurang lebih 15 ribu peserta. Kegiatan di Manado kali ini diisi dengan temu netizen, forum dialog bela negara, pembauran kebangsaan, pemberdayaan ormas, adat istiadat dan kepercayaan, pameran revolusi mental, karnaval, dan berbagai kegiatan lainnya.

Sebelum menutup sambutannya, Puan menegaskan revolusi mental bukan sekadar slogan. Menurut dia, sukses Indonesia di Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018 merupakan bukti nyata.

"Kita diberi target peringkat 8 Asian Games. Target itu ternyata meleset ke arah yang lebih positif. Kita menduduki peringkat 4 besar. Begitupula di Asian Paragames 2018. Targetnya ialah peringkat 7 atau 8, ternyata meleset ke peringkat 5," tuturnya yang diikuti tepuk tangan bergemuruh dari para hadirin.

Di akhir acara itu, para peserta diajak untuk menari poco-poco. Rombongan menteri dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey pun turun ke lapangan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya