Surya Paloh Ajak Semua Pihak Menahan Diri

Ins/Uta/Pro/P-1
26/10/2018 07:15
Surya Paloh Ajak Semua Pihak Menahan Diri
DARI WARTAWAN KE SENAYAN: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyampaikan pandangannya saat peluncuran buku Ketua DPR Bambang Soesatyo di Gedung parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. Buku itu berisi perjalanan Bambang yang merintis karier dari wartawan, m(MI/SUSANTO)

KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh mengajak semua elite politik baik itu dari kubu Joko Widodo maupun Prabowo Subianto untuk menahan diri. Ia mengimbau kedua kubu tak melontarkan pernyataan yang bisa memanaskan tensi politik.

"Cocok kalau itu saya pikir betul sekali. Memang itu yang kita harapkan semuanya (bisa menahan diri)," kata Surya.

Surya menyebut demokrasi bukan alasan setiap pihak untuk bebas mengemukakan pendapatnya, tetapi saling memecah belah. Demokrasi tetap menjunjung tinggi sikap kesantunan dan moralitas. "Sistem aplikasi demokrasi yang bebas tetap pada satu komitmen moralitas kita," ucap dia.

Surya berpesan pesta demokrasi lima tahunan meski berbeda-beda, pilihan persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Perbedaan politik hanya lima tahun sekali. Selebihnya tetap bersatu dalam kehidupan sehari-hari.

"Pilpres enggak setiap hari dan pileg enggak setiap hari, lima tahun sekali. Tetapi, kita berada di negeri ini setiap hari sebagai saudara. Itu opini saya ya,'' ujarnya.

Surya juga menyinggung soal ekspresi spontanitas yang dilontarkan Jokowi, yakni politisi sontoloyo. Menurut Surya, pernyataan Jokowi merupakan ekspresi spontanitas dari seorang presiden yang kerap mendapatkan ujaran kebencian dari lawan politik.

"Wajar sekali, saya pikir enggak ada yang salah ya, Bung Karno juga (pernah) menyebutkan istilah sontoloyo itu," ujar Surya.

Menurut Surya, Jokowi tetap-lah seorang manusia biasa meski berstatus seorang presiden. Surya juga mengapresiasi Jokowi dengan kerendahan hatinya yang tetap sabar saat mendapatkan fitnah ujaran kebencian yang ditujukan pada dirinya.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Erick Thohir menyebut sekarang sudah bukan zamannya lagi menjalankan politik kebencian, adu belah, dan adu domba yang disebut juga politik sontoloyo. "Saya rasa Presiden punya presepsi bagus. Presiden ingin menjaga seluruh tim tidak boleh membuat statement tanpa fakta dan data apalagi membingungkan rakyat." (Ins/Uta/Pro/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya