Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM dua tahun terakhir, wajah kerukunan beragama di Indonesia tercoreng akibat politisasi agama dalam kontestasi pilkada. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, mengatakan indeks kerukunan beragama menurun pada 2017. Dari angka 75,47 pada 2016 menjadi 72,27 pada 2017. Kendati demikian, angka ini masih masuk kategori rukun.
"Karena pilkada serentak, kegiatan politik menggunakan agama sebagai simbol kontestasi. Ini jujur kita agak turun," kata Wiranto di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (20/10).
Baca juga: Kiai Ma'ruf: Mari Jualan Program dan Ketokohan, Bukan Politisasi Agama
Wiranto menuturkan, penurunan indeks kerukunan beragama terjadi karena pengaruh pilkada serentak menggunakan agama sebagai simbol kontestasi. Selain itu, sambung Wiranto, juga dipengaruhi perkembangan teknologi informasi. Terutama di media sosial, penyebaran kabar bohong atau hoaks serta ujaran kebencian sangat masif.
"Dulu ancaman tradisional kita dari negara lain. Tapi sekarang diganti ancaman baru yang lebih dahsyat, yang tak terlihat, yang massal, masif, enggak terlihat tapi menghancurkan betul yaitu hoaks," tandasnya.
Wiranto memastikan, meski indeks kerukunan beragama di Indonesia pada 2018 ini cenderung turun, angkanya belum masuk kategori mengancam persatuan masyarakat Indonesia sebagai sebuah bangsa.
Mantan Panglima ABRI ini menyebut, sepanjang 2018 terdapat 324 kasus ujaran kebencian yang ditangani penegak hukum. Dari data tersebut, 152 kasus di antaranya sudah diselesaikan. Sementara yang masuk kategori hoaks tercatat 53 kasus. Sementara 30 kasus diantaranya sudah rampung ditangani. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved