Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, mengatakan selain prosedur penempatan, diplomasi internasional yang kuat masih diperlukan dalam memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia.
Hal itu disampaikan Amin saat menerima deklarasi dukungan kelompok pekerja migran Indonesia yang tergabung dalam Jokowi Pro Pekerja Migran Indonesia (JOPROMIG), di Jakarta, Kamis (25/10). Acara itu dihadiri sejumlah tokoh termasuk Menakertrans Hanif Dhakiri.
Kata Amin, Pemerintah sudah melakukan perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan tenaga kerja migran sehingga prosesnya aman, murah, cepat dan berkualitas.
Bentuknya dari proses pembuatan UU nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Migran Indonesia yang memakan waktu 9 tahun. Lalu membuat pelayanan terpadu satu atap di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Pemerintah juga melakukan pelatihan TKI yang dibiayai APBN. Ada juga program Desa Migran Produktif untuk melindungi TKI dan Keluarga. "Kita harus berterima kasih kepada Pak Jokowi untuk itu," tandas Amin.
Menurut Amin, diperlukan juga penguatan diplomasi di tingkat internasional demi peningkatan pelayanan serta perlindungan TKI. Dia lalu menceritakan pengalamannya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), berangkat ke Malaysia ketika ada masalah diantara kedua negara menyangkut TKI.
Kepada pihak Malaysia, Amin menyampaikan dirinya tak mau ada konflik sesama bangsa Melayu hanya karena persoalan tenaga kerja. Disampaikan juga bahwa sebenarnya kedua belah pihak saling membutuhkan. Malaysia punya lapangan pekerjaan yang tak bisa diisi oleh warga negara sendiri. Di sisi lain, Indonesia punya tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan itu.
Ditekankan Amin, pekerja dari Indonesia akan lebih mudah menyatu dengan kultur orang Malaysia. Pekerja dari negara lain mungkin akan kesulitan bila menyangkut kultur.
"Jadi saya katakan, mari bangun, saling mendukung, membantu dan menolong. Karena itu, kuota tenaga kerja Indonesia diperbesar. Alhamdulillah, dengan pendekatan itu, kuota untuk kita ditambah," kata Amin.
Pada kesempatan itu, Amin juga menyampaikan bahwa Jokowi terus bekerja untuk membuka semakin banyak lapangan pekerjaan di Indonesia. Pihaknya berharap, para pekerja migran tak perlu pesimis memandang Indonesia. "Percaya tidak negara mau bubar?" tanya Amin yang dijawab "Tidak" dari para peserta yang hadir.
"Nah tidak percaya kan. Menurut saya, masa depan Indonesia akan lebih hebat dan cemerlang. Karena Pak Jokowi sudah meletakkan patok-patok, milestone untuk melompat jauh pada masa yang akan datang," tegasnya.
Sementara untuk deklarasi dukungan itu sendiri, Ketua Umum JOPROMIG, Joeslin Nasution, menyatakan kegiatan itu adalah wujud aspirasi pekerja migran dari seluruh Indonesia. Sebab setelah diamati selama empat tahun terakhir, sudah terbukti bahwa Jokowi memang memberi perhatian luar biasa. "Pak Jokowi sudah memberi bukti bagaimana keberpihakan kepada tenaga kerja Indonesian" kata Joeslin.
Ada 4 poin dalam ikrar deklarasi dukungan itu, yakni menjaga kerukunan dan persatuan bangsa; menjaga pesta demokrasi 2019; mendukung Jokowi-Amin; dan seruan untuk pekerja migran Indonesia di seluruh dunia, para keluarga, dan purnamigran, untuk menyatukan barisan pemenangan Jokowi-Amin.
Menanggapi dukungan itu, Amin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Baginya, dukungan itu menjadi semacam energi besar bagi kemenangan Indonesia.
"Saya menilai sangat wajar dan merasa bangga atas dukungan ini, karena selama pemerintahan Presiden Jokowi dibantu Menaker Hanif Dhakiri, selalu berusaha untuk memajukan pekerja migran Indonesia," pungkasnya. (RO/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved