Soal Politik Sontoloyo, Ketua TKN: Itu Persepsi Yang Bagus

Insi Nantika Jelita
25/10/2018 16:53
Soal Politik Sontoloyo, Ketua TKN: Itu Persepsi Yang Bagus
(ANTARA FOTO/Aji Styawan)

KETUA Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menanggapi soal pernyataan presiden Jokowi sekarang sudah bukan zamannya lagi menjalankan politik kebencian, adu belah dan adu domba yang disebut juga politik sontoloyo.

"Saya rasa beliau punya presepsi yang sangat bagus. Beliau ingin menjaga seluruh tim kami tidak boleh membuat statement yang tanpa fakta dan data apalagi membingungkan rakyat,' jelas Erick di Lobby Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (25/10).

Pesan Jokowi tersebut menurut Erick telah disampaikan saat pertemuan Jokowi dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di Hotel Santika Bogor (22/10).

"Itu sesuai dengan yang selalu kita diskusikan bersama. Ketika beliau mengadakan pertemuan di hotel Santika Bogor juga menyampaikan pesan tersebut," kata Erick

Kemudian Erick menampik kalau presiden Jokowi geram terkait penyataannya soal politik sontoloyo.

"Enggak, dia bukan geram. Dia kan orangnya sangat sabar. Ketika isu PKI diangkat, berapa tahun dia harus dizolimi dibilang PKI. Berapa tahun dia dizolimin dibilang anti silam, berapa tahun dia dizolimin dibilang ini pendukung asing," terang Erick

Erick beranggapan bahwa apa yang disampaikan Jokowi bukan soal kelepasan soal pernyataan politik sontoloyo.

"Nah saya rasa kalau dia keceplosan tidaklah, itu posisi dia jelas bahwa memang rakyat jangan selalu dibohongi. Beliau memastikan kepada jubir kami untuk menyesuaikan dengan garis yang dia inginkan," ucap Erick

Menurut Erick dengan kedatangan Tim Kampanye Nasional ke Bawaslu untuk konsultasi soal aturan kampanye juga keinginan Jokowi.

"Kami datang ke Bawaslu juga sesuai dengan garis yang beliau inginkan, untuk mentaanti peraturan bukan ugal-ugalan. Kemaren teman wartawan sempat tanya siapa konsultan kampanye kami, statement saya jelas konsultan kampanye kami rakyat. Rakyat yang paling tahu," tandas Erick. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya