Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jendral PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) Helmy Faishal Zaini menyampaikan bahwa ada upaya sistematis upaya infiltrasi dengan pengibaran bendera yang diduga simbol ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia. Bahkan, berdasarkan temuan lapangan dari tim pencari fakta PBNU, ada satu truk mobilisasi bendera HTI dalam peringatan hari santri nasional.
"Disitu kan ada bendera (yang berlafal tauhid) di satu truk yang dikirim. Satu truk itu ada yang sudah dikibarkan dan sebagian lagi mau dibagikan. Lalu terjadilah provokasi," jelas Helmy di Jakarta, kemarin.
Helmy mengaku temuan bendera berlafal diduga simbol HTI dikirim dalam satu truk berdasarkan tim pencari fakta PBNU. "Berdasarkan temuan dari teman teman tim pencari fakta. Fact finding," terang Helmy.
"Nah di Garut ini anggota Banser menjadi korban dari infiltrasi dan penyusupan dan provokasi sehingga melakukan aksi pembakaran," imbuhnya.
Kemudian Ia mengaku kurang tahu seberapa masif bendera yang berlafalkan tauhid dikibarkan saat peringatan hari Santri Nasional.
"Ya enggak tau. Namanya gerakan penyusupan gitu. Tapi sebelum dimulai peringatan Hari Santri, temen temen Ansor dimana-dimana buat protap. Nah prosedur penanganan masalah itu sudah dikeluarkan oleh Ansor sejak tanggal 16 Oktober lalu," kata Helmy
Berdasarkan laporan Tim Pencari Fakta yang dibentuk PBNU, ada oknum peserta mengibarkan bendera yang diduga HTI saat peringatan Hari Santri Nasional 2018 di Garut, Jawa Barat.
Kejadian tersebut terjadi di hampir seluruh Wilayah Jawa Barat, seperti Sumedang, Kuningan, Ciamis, Banjar, Bandung, Tasikmalaya, dan lain-lain.
Menurut PBNU ada upaya sistematis untuk melakukan infiltrasi dan provokasi terhadap pelaksanaan acara tersebut. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved