Pemilih Milenial Mantap ke Jokowi-Amin

Thomas Harming S
25/10/2018 09:15
Pemilih Milenial Mantap ke Jokowi-Amin
()

LEMBAGA survei Populi Center merilis hasil riset elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dengan angka 56,3%, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di angka 30,9%.

Menurut peneliti Populi Center Dimas Ramadhan dalam kategori­ usia pemilih, Jokowi-Amin unggul di kalangan pemilih usia milenial atau di bawah 34 tahun dengan persentase suara 56,1%, sedangkan Prabowo-Sandi mendapatkan 30,5%.

Jokowi-Amin juga unggul di kalangan pemilih berusia di atas 35 tahun dengan meraih 57,1%. Sementara itu, Prabowo-Sandi mendapatkan 30,8%.

“Secara umum, Populi Center juga mendapati jumlah responden­ yang mantap dengan pilihannya ada 75,2%. Jumlah ini meningkat ketimbang survei pada Agustus 2018 sebanyak 72,6%. Jumlah pemilih yang masih mungkin berubah pilihannya ada 12,1%. Jumlah ini menurun dari sebelumnya yang sebanyak 13,4%,” kata Dimas.

Berdasarkan sebaran pemilih, kata Dimas, 65,1% pemilih Jokowi-Amin ialah mereka yang sudah mantap pilihannya atau tidak berubah, sedangkan pemilih Prabowo-Sandi yang sudah mantap pilihannya ada 33,3%. Dari sebaran wilayah, 55,8% pemilih Jokowi-Amin berasal dari Pulau Jawa. Sebanyak 39,8% berasal dari Pulau Sumatra. Kemudian, 61,8% pemilih Jokowi-Amin berasal dari Indonesia Timur.

Sementara itu, 31,9% pemilih Prabowo-Sandi berasal dari Pulau Jawa. Ada 42,8% pemilih berasal dari Sumatra. Lalu, 26,6% pemilih berasal dari Indonesia Timur.


NasDem naik

Populi juga melakukan survei terhadap parpol. Hasilnya elektabilitas Partai NasDem menunjukkan tren positif dengan terus merangkat naik. Berdasarkan hasil survei lembaga Populi Center, NasDem masuk lima besar partai politik dengan elektabilitas tertinggi di angka 4,2%.

Dimas mengatakan berdasarkan data pada Februari 2018, elektabilitas NasDem masih 4,1%, Maret turun jadi 3,2%, angka ini tak berubah hingga April. Namun, Mulai Juni 2018, elektabilitas NasDem mulai merangkak naik menjadi 3,5%. Juli 2018 jadi 3,6%, Agustus 4,0%, dan Oktober 4,2%.

“Elektabilitas NasDem berdasarkan survei sudah berada di atas ambang batas parlemen sebesar 4%,” ujar Dimas.

Urutan pertama masih di tempati PDI Perjuangan dengan elektabilitas 25,1%. Urutan kedua diisi Gerindra dengan 11,8%, diikuti PKB 10,3%, dan Golkar 10,2%, dan disusul NasDem 4,2%, sedangkan partai lainnya termasuk Demokrat, PAN, PKS, PPP, dan Hanura gagal meraih 4%.

Menanggapi survei itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan NasDem yakin mampu melewati ambang batas parlemen sebesar 4%. Jika menengok ke belakang, NasDem sebetulnya pernah mengusulkan ambang batas parlemen lebih besar menjadi 7%.

“Banyak yang bilang NasDem partai sombong, namun dengan atas nama kejujuran keinginan minimun 7% itu keinginan saya sebagai ketua umum,” tutur Surya.

Surya menilai penting bagi NasDem untuk memperjuangkan penyederhanaan parpol yang akan masuk ke parlemen. Hal itu dibutuhkan untuk bisa menghasilkan perundang-undangan dengan mutu yang baik untuk membuat bangsa Indonesia semakin maju. Itulah sebabnya mengapa tidak semua partai bisa masuk ke parlemen. (Uta/P-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya