Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Polisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Maryoto menegaskan bahwa peristiwa atau kasus pembakaran bendera diduga simbol HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) di lapangan Limbangan, Kabupaten Garut pada Senin lalu, itu dilakukan atas inisiatif sendiri dan spontanitas.
Hal itu dijelaskan Kapolda Agung di Mapolres Bogor, di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (23/10) petang.
Kemudian, kata dia, dalam kasus itu sendiri, kepolisian dalam hal ini Polres Garut, sudah mengamankan 3 orang yang berinisial F, M dan A.
Masih menurutnya, dari hasil pemeriksaan, bahwa yang bersangkutan secara spontan, di sekitar lapangan upacara alun-alun di Garut, melihat seseorang mengeluarkan dari sakunya bendera HTI. Kemudian oleh mereka, seseorang itu ditegur, supaya bendera tersebut dlipat. Hanya saja, orang tersebut menolak, sehingga terjadilah perebutan.
"Direbut. Kemudian yang lain ikut ngerubung dan diinjak- injak. Nah yang bertiga ini, secara inisiatif langsung membakar bendera itu dengan korek api yang dimilikinya. Dan mereka sudah mengaku seperti itu," katanya.
Kapolda menjelaskan, berdasarkan hasil rapat sebelumnya atau sebelum ada kejadian tersebut, disepakati tidak boleh membawa bendera kecuali bendera merah putih.
"Nah teman- teman yang menggunakan seragam banser melihat itu kok dibawa. Dikejar. Tidak ada perintah, tiga-tiganya mengakui itu, secara spontan. Untuk bendera tersebut, ditemukan sudah menjadi abu,"terangnya.
Karena itu, lanjut Kapolda, besok atau Rabu (24/10), pihaknya dengan melibatkan ahli hukum dan agama akan melakukan gelar perkara.
"Kita akan melakukan gelar perkara secara fair. Apakah ada delik yang dilakukan atau tidak. Kalau memang ada, kita akan lakukan proses peningkatan berikutnya. Oleh karena itu kami menunggu dan kepada masyarakat saya harapkan jangan terprovokasi isu- isu yang belum tentu benar,"katanya.
Di samping itu, kini pihaknya pun tengah melakukan penyelidikan khusus untuk penyebar video kasus tersebut.
"Ya kita lakukan lidik, siapa yang pertama mengapload. Kita dengan bantuan dari mabes polri sedang bekerja sekarang,"katanya.
Terkait kedatangannya saat itu ke Bogor, Kapolda mengakui memang sudah diagendakannya. Selain untuk menjalin silaturahmi dengan SKPD di Kabupaten Bogor, juga untuk menyampaikan kondisi terkini pascaperistiwa di Garut itu.
"Tadi saya, Pak Gubernur, Pak Pangdam 3 dan seluruh pimpinan ormas Islam terutama, di tingkat provinsi sudah melakukan rapat koordinasi. Dan minta SKPD-SKPD menyampaikan ke jajarannya. Tentang situasi terkini. Termasuk kami bersilturahmi dengan Bupati Bogor dan Kapolres Bogor,"ungkapnya.
Pada intinya, lanjutnya, kepada siapa saja diharapkan untuk menyikapi apa pun yang ada di media sosial, untuk menahan diri. Jangan langsung melakukan share atau hal lainnya.
"Jadi jangan langsung asal share. Kalau umat islam tentu bertabayun dulu,"ujarnya.
Dia pun memberikan himbauan kepada warga Jawa Barat khususnya dan warga pada umumnya untuk tetap saling menjaga.
"Sya yakin dan percaya maayarakat Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor adalah sangat religius. Ini kita buktikan pada saat pilkada kemarin, tidak ada perselisiahan apa pun juga. Semua berjalan lancar. Pesta demokrasi berjalan lancar. Harapan saya juga sama. Mari kita jaga ukhwah islamiah, dalam rangka di tahun pesta demokrasi ini harus tetap jalan dan beelangsung kondusif," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved