Orang NU Tiap Hari Tahlilan, Tidak Akan Menistakan Kalimat Tauhid

Akhmad Mustain
23/10/2018 21:08
Orang NU Tiap Hari Tahlilan, Tidak Akan Menistakan Kalimat Tauhid
(Ist)

KETUA Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama Muchamad Nabil Harun, meyakini bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dibakar anggota Banser di Garut, Jawa Barat, merupakan atribut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya, warga NU itu setiap hari tahlilan, tidak mungkin menistakan kalimat tauhid.

"Karena kita tahu sendiri, orang-orang NU kerjaannya tiap hari Tahlilan yang subtansinya merupakan kalimat Tauhid. Jadi tidak mungkin kan anggota banser menistakan kalimat tahlil tersebut," ujar  kepada Nabil kepada Media Indonesia, hari ini.

"Banser membakar atribut HTI, bukan kalimat tauhid," imbuhnya.

Nabil melanjutkan, dalam tradisi tahlilan, kalimat tauhid merupakan bacaan utamanya, yakni kalimat Laa ilaaha illallah (tiada tuhan selain allah). "Karena selain sebaik-baik dzikir, kalimat tauhid secara subtansi juga berisi pengakuan kita bersama atas keesaaan Allah," ujarnya.

Menurut dia, yang menjadi masalah adalah HTI menggunakan kalimat tauhid pada atributnya sehingga mengelabui umat Islam akan agenda politiknya.

"Polemik menyusul insiden pembakaran atribut bendera HTI yang kebetulan memuat kalimat tauhid oleh teman-teman Banser di Garut harus menjadi bahan pelajaran buat kita semua," katanya.

Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo ini menegaskan, kalimat tauhid tidak sepatutnya digunakan sebagai alat pemecah-belah bangsa. Kalimat mulia tersebut justru seharusnya jadi alat pemersatu.

"Karena itu, kami berharap polemik soal ini segera dihentikan. Sebab, sekali lagi perlu kami tegaskan, kalimat tauhid tidak sepatutnya digunakan untuk memecah-belah bangsa," tambah Nabil. (Ant/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya