Indonesia-India Sepakat Kerja Sama Pengembangan Industri Pertahanan

Golda Eksa
23/10/2018 19:48
Indonesia-India Sepakat Kerja Sama Pengembangan Industri Pertahanan
(MI/MOHAMAD IRFAN)

KEMENTERIAN Pertahanan RI berkomitmen untuk terus mendukung pelbagai upaya dalam menguatkan hubungan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia-India. Indonesia pun mengapresiasi keunggulan teknologi militer India, khususnya alutsista misil jarak jauh.

Hal itu dikemukakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu kepada wartawan seusai acara kunjungan kehormatan Mentri Pertahanan India Nirmala Sitharaman, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (23/10).

Selain kerja sama di bidang industri pertahanan, sambung Ryamizard, kedua negara juga membahas persoalan lain, seperti upaya mengatasi ancaman terorisme, bencana alam, dan kemaritiman. "Kita pun akan bekerja sama di bidang industri pertahanan. Itu karena kemampuan India cukup bagus," ujarnya.

Kedatangan Nirmala dan rombongan merupakan kunjungan balasan. Sebelumnya, pada Januari 2018, Ryamizard bersama jajarannya juga bertolak ke India untuk menghadiri acara Forum Raisina Dialogue serta Biennial Meeting.

Kerja sama pertahanan antara India dan Indonesia telah memiliki payung hukum berupa Defence Cooperation Agreement (DCA) yang ditandatangani pada 11 Januari 2001 di Jakarta. Dalam perjalanannya, DCA telah direvisi bersama dan ditandatangani kedua belah pihak secara sirkuIar pada Mei 2018. Dokumen tersebut pun secara seremonial diserahterimakan bersamaan dengan kunjungan PM Narendra Modi.

Menurut dia, saat ini Indonesia-India telah memiliki 3 forum bilateral di bidang pertahananan dan keamanan, yaitu Biennial Meeting pada level Menhan, Joint Defence Cooperation Committee (JDCC) pada level Sekjen, dan Indonesia-India Security Dialogue (IISD) pada level Menko Polhukam.

Di sisi lain, Ryamizard mengaku terkait implementasi kerja sama tiga negara antara Indonesia-India-Australia dalam bidang pertahanan belum memiliki kerangka kerja yang sesuai. Alasannya ialah prinsip saling percaya, saling menguntungkan, dan saling menghormati secara setara masih perlu terus dibangun oleh ketiga negara.

"Hal tersebut terkait dengan adanya perbedaan perspektif terhadap beberapa masalah keamanan, seperti keterlibatan dalam sengketa Laut China Selatan, keterikatan dalam pakta pertahanan, serta posisi masing-masing negara terhadap persaingan antara dua negara besar, AS dan China." paparnya.

Khusus untuk kerja sama strategis di bidang industri pertahanan, Indonesia sangat menghargai inisiasi MoU yang telah dikirimkan oleh Bharat Electronic Ltd, India, ke PT Len. Pihak India berharap MoU tersebut dapat ditandatangani pada saat lndo Defence tahun ini. Kemhan RI memastikan akan terus mendukung upaya-upaya dalam memperkuat hubungan kerja sama industri pertahanan Indonesia-India.

Kedua negara berharap berbagai peluang dalam kerja sama tersebut dapat ditindak-Ianjuti, seperti supply chain komponen dalam produksi radar maupun sonar. Saat ini MoU tersebut sedang dalam pembahasan internal PT Len dan diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

"Saya juga menyambut saran bahwa kelompok kerja datang ke India untuk melihat kemungkinan berbagi informasi dan manfaat dalam industri pertahanan. Dan juga memastikan bahwa dua industri pertahanan dapat saling memahami kekuatan masing-masing," timpal Nirmala. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya