Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Mardani Ali Sera mengakui adanya kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet mempengaruhi elektabilitas paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Hal tersebut ia katakan saat menanggapi adanya hasil survei dari Lingakaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang hasilnya menyebutkan efek dari kasus hoaks informasi penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet merubah sikap para pemilih yang belum memutuskan pilihan (Undiceded Voters) menjadi lebih memilih paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Namun dengan adanya sikap permintaan maaf yang diutarakan oleh Prabowo telah mempu menguatkan dan menjaga elektabilitas di masyarakat. Dirinya mengaku dari data yang dihimpun melalui pendapat di media sosial langkah tersebut efektif dalam menjaga elektabilitas pihaknya.
"Hasil LSI jadi masukan berharga untuk tim kami. Kasus Ratna bisa jadi berpengaruh, tapi dengan penanganan yang tepat plus sikap Pak Prabowo yang dengan rendah hati meminta maaf justru data di socmed kami mampu menguatkan karakter Pak Prabowo," ungkapnya saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (23/10).
Ditanya pandangan pihaknya terkait proses hukum yang tengah dijalani oleh Ratna Sarumpaet, pihaknya meminta agar hal tersebut dilakukan dengan transaran dan profesional.
Ia memandang pengusutan kasus tersebut harus tetap mengacu keapada fakta hakum yang serta tidak mencampuradukan politik didalamnya. "Untuk kasusnya kita minta kepolisian untuk profesional dan transparan dalam menindaklanjutinya," ungkapnya.
Sebelumnya dalam survei yang dilakukan oleh Lingakaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut adanya kasus hoaks informasi penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet merubah sikap para pemilih yang belum memutuskan pilihan (Undiceded Voters) menjadi lebih memilih paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti LSI Denny JA Ikrama Masloman menuturkan dalam hasil survei yang dilakukan pihaknya mencatat terjadi peningkatan tren dukungan pada periode bulan September-Oktober 2018 kepada pasangan Jokowi-Amin dari 53.2% menjadi 57.7%.
Sementara dalam periode bulan tersebut tren dukungan pada paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menurun dari 29.2% menjadi 28.6%.
"Ada lonjakan tren dukungan kepada paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin setelah kejadian tersebut. Efek elektoral kasus Ratna itu menggerakan responden yang belum menentukan pilihannya sebelumnya," ujarnya.
Survei tersebut dilakukan dalam kurun waktu 10-19 Oktober 2018 dengan menggunakan 1.200 responden dengan margin of error 2.8%. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved