Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Johnny G Plate menuturkan adanya peningkatan tren dukungan terhadap paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin paska terungkapnya hoaks Ratna Sarumpaet membuktikan bahka publik menginginkan pemimpin yang jujur.
Dirinya menuturkan hal tersebut dirasa wajar karena hoaks tidak akan disukai oleh publik secara luas apalagi dalam suasana tahun politik seperti saat ini.
Hal tersebut ia katakan saat menanggapi adanya hasil survei dari Lingakaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang hasilnya menyebutkan efek dari kasus hoaks informasi penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet merubah sikap para pemilih yang belum memutuskan pilihan (Undiceded Voters) menjadi lebih memilih paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Kita menyambut baik hal itu, itu memberikan buktikan bahwa rakyat itu perlu pemimpin yang dihadapan rakyatnya itu jujur. Pemimpin yang dihadapan rakyatnya bekerja sungguh-sungguh untuk rakyatnya dan sejalan apa yang disampaikan dengan yang dibuat," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (23/10).
Pihaknya pun menuturkan bahwa komitmen untuk tidak memunculkan informasi yang berisi hoaks dengan lebih menawarkan sisi program dan ide-ide terkait pembagunan bangsa.
Menurutnya hal itu akan lebih ditekankan dalam materi kampanye selain melakukan pengawasan internal di pihak TKN Jokowi-Amin dalam menghindari dan menangkal informasi hoaks.
"Kami jaga tidak ikut-ikutan dalam menyebarkan hoaks. Itukan akan mengurangi penyebaran juga dan kami akan mengisi dengan informasi program dan calon," ujarnya.
Pihaknya pun mendorong agar kasus tersebut dapat diungkap secara tranparan dan terbuka. Hal itu dipandang perlu dilakukan untuk memastikan siapa saja aktor-aktor yang berperan dalam kemunculan hoaks tersebut.
"Masyarakat kan butuh kepastian itu, kalau diungkap lebih cepat maka itu lebih baik. Yang terbuka dan adil itu bukan hanya bu Ratna Sarumpaet tapi pihak-pihak lain yang bisa saja terkait dengan itu yang ikut mainkan perannya kalau ada perlu diungkap juga. Tapi itu domainnya penegak hukum," ujarnya.
Sebelumnya dalam survei yang dilakukan oleh Lingakaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut adanya kasus hoaks informasi penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet merubah sikap para pemilih yang belum memutuskan pilihan (Undiceded Voters) menjadi lebih memilih paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti LSI Denny JA Ikrama Masloman menuturkan dalam hasil survei yang dilakukan pihaknya mencatat terjadi peningkatan tren dukungan pada periode bulan September-Oktober 2018 kepada pasangan Jokowi-Amin dari 53.2% menjadi 57.7%.
Sementara dalam periode bulan tersebut tren dukungan pada paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menurun dari 29.2% menjadi 28.6%.
"Ada lonjakan tren dukungan kepada paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin setelah kejadian tersebut. Efek elektoral kasus Ratna itu menggerakan responden yang belum menentukan pilihannya sebelumnya," ujarnya.
Survei tersebut dilakukan dalam kurun waktu 10-19 Oktober 2018 dengan menggunakan 1.200 responden dengan margin of error 2.8%. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved