Survei LSI : Publik Dorong Kasus Ratna Sarumpaet Diusut Tuntas

Nurjiyanto
23/10/2018 17:11
Survei LSI : Publik Dorong Kasus Ratna Sarumpaet Diusut Tuntas
(MI/ADAM DWI )

LEMBAGA Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam surveinya menuturkan publik meminta agar aparat penegak hukum membongkar kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet hingga tuntas. Pasalnya, mayoritas publik tidak suka terhadap adanya informasi tersebut yang belakangan diakui oleh Ratna Sarumpaet sebagai informasi bohong.

Peneliti Lingakaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Ikrama Masloman menuturkan dari 1.200 responden yang dijadikan sample dalam survei ini, sebanyak 57,2% pernah mendengar terkait kasus tersebut. Dari jumlah tersebut sebanyak 89.5% mengatakan ketidak sukaannya terhadap adanya kasus tersebut. Sementara 57,9% memandang kasus tersebut perlu untuk ditindak lanjuti.

"57.9% publik ingin agar ada tindakan nyata dari penegak hukum terhadap hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet," ujarnya saat ditemui di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, Selasa (23/10).

Dorongan tersebut muncul dikarenakan 75% responden khawatir akan maraknya hoaks yang muncul khusunya di tahun politik ini. Para responden pun menilai perlu adanya upaya pembersihan diranah media sosial terkait dengan penyebaran hoaks.

"Mayoritas publik khawatir dengan semakin maraknya hoaks. Lalu mayoritas publik juga ingin ada tindakan nyatabdalam upaya membersihkan hoaks di ranah media sosial," ujarnya.

Survei tersebut dilakukan dalam kurun waktu 10-19 Oktober 2018 dengan menggunakan 1.200 responden dengan margin of error 2.8%. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner.

Sebelumnya, aktivis Ratna Sarumpaet mengklarifikasi bahwa tidakada perlakuan penganiayaan yang diaalami terhadap dirinya. Dirinya mengaku hanya mengarang cerita terebut sebagai dalih atas adanya efek lebam paska melakukan sedot lemak di pipi kirinya pada 21 September 2018.

Dirinya mengakui bahwa adanya pengakuan penganiayaan tersebut hanyalah cerita karangannya untuk dapat menjelaskan kondisi lebam tersebut terhadap keluarganya.

Ratna juga mengaku keterangan itulah yang dikatakannya kepada Prabowo Subianto, Fadli Zon serta Amien Rais.

"Jadi tidak ada penganiayaan. Itu hanya cerita khayal yang diberikan entah oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu, saya tidak sanggup melihat bagaimana pak Prabowo membela saya dalam sebuah jumpa pers," kata Ratna saat melakukan konfirmasi di rumahnya di Jalan Kampung Melayu Kecil V/24 Tebet, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (3/10). (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya