Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Merosot Akibat Hoaks Ratna

Nurjiyanto
23/10/2018 16:49
Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Merosot Akibat Hoaks Ratna
(MI/ BARY FATHAHILAH)

KASUS berita bohong atau hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet berdampak negatif kepada pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Alhasil, para pemilih yang belum memutuskan pilihan (undecided voters) lebih memilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Demikian hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Selasa (23/10) hari ini.

Peneliti LSI Denny JA Ikrama Masloman mencatat terjadi peningkatan tren dukungan pada periode bulan September-Oktober 2018 kepada pasangan Jokowi-Amin dari 53,2% menjadi 57,7%. Sementara, dalam periode bulan tersebut tren dukungan pada paslon Prabowo-Sandiaga menurun dari 29,2% menjadi 28,6%.

"Ada lonjakan tren dukungan kepada paslon Jokowi-Amin setelah kejadian tersebut. Efek elektoral kasus Ratna itu menggerakan responden yang belum menentukan pilihannya sebelumnya," ujarnya saat ditemui di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, Selasa (23/10).

Baca juga:

Ratna Sarumpaet Bantah Minta Prabowo Konferensi Pers

Polisi Perpanjang Masa Tahanan Ratna Sarumpaet

Adanya perubahan tren tersebut, sambung dia, dikarenakan para responden menilai hoaks merupakan hal yang tidak dibenarkan untuk dilakukan. Terlebih adanya posisi Ratna yang saat itu merupakan bagian dari tim kampanye nasional paslon Prabowo-Sandiaga.

Meski demikian, dampak dari adanya kasus tersebut masih belum mempengaruhi para pemilih loyalis kedua paslon. Pasalnya, hingga saat ini kasus tersebut masih diproses oleh pihak kepolisian. Jika nantinya kasus tersebut menyeret para petinggi tim kampanye Prabowo-Sandi, lanjutnya, dampak perubahan dari para pemilih loyalis bisa saja terjadi.

"Bisa saja nanti ada kejutan-kejutan lain dan mengubah efek elektoral ini. Kalau tim Prabowo bisa membuktikan tidak berkaitan dengan kasus ini hal itu bisa memperbaiki efek elektoral ini, begitupun sebaliknya," tandasnya.

Survei tersebut dilakukan dalam kurun waktu 10-19 Oktober 2018 dengan menggunakan 1.200 responden dengan margin of error 2.8%. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya