Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan struktur baru Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) akan diisi oleh sejumlah purnawirawan militer yang tidak ada korelasi dengan partai politik.
Ia pun menepis informasi yang menyebut pimpinan pelaksana KKIP dekat dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, capres yang notabene menjadi rival capres petahana Joko Widodo pada perhelatan pesta demokrasi mendatang.
"Kenapa dengan kubu Prabowo? Saya temannya Prabowo, memang kubunya saya? Saya satu liting dengan Prabowo dan SBY, enggak ada masalah. Memang harus musuh-musuhan? Enggak boleh bangsa ini (musuhan)," ujar Ryamizard kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/10).
Menurut dia, siapapun yang nantinya dipilih sebagai pimpinan pelaksana KKIP sedianya harus dihormati oleh semua pihak. Bangsa pun wajib bersatu dan jangan sampai tercerai lantaran adanya perbedaan pandangan politik.
"Soal partai, kita NKRI pecah enggak boleh. Prabowo dan SBY itu kawan saya. Saya enggak pernah musuh-musuhan sama mereka. Jadi enggak ada tuh Prabowo-Prabowoan segala macamnya," ujarnya.
Ia menegaskan, struktur baru pimpinan pelaksana KKIP akan dilantik dalam waktu dekat. Struktural yang berada di bawah komando Kementerian Pertahanan tersebut diakui Ryamizard juga mengakomodir pihak swasta dan bukan hanya militer.
"Iya, dong harus. Swasta itu penting. Di luar negeri coba lihat industri pertahanannya swasta semua. Contoh, yang buat kapal selamnya, yang buat pesawatnya di Amerika Serikat, Korea, Inggris, itu swasta," terang dia.
Informasi yang beredar menyebutkan Ketua Tim Pelaksana KKIP Laksamana (Purn) Sumardjono dan wakilnya, Marsekal Madya (Purn) Eris Herryanto, serta beberapa pengurus lain mengalami pergantian. Informasi itu tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Harian KKIP Nomor: KEP/28/KKIP/X/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan KKIP.
Surat tersebut juga menjabarkan posisi Ketua Tim Pelaksana KKIP dipercayakan kepada Marsekal Madya (Purn) Ismono Wijayanto, serta dua wakilnya, yaitu Letjen M Thamrin Marzuki dan Mayjen Mar (Purn) Yussuf Solichien.
Ismono merupakan mantan Irjen Kemhan periode 2014-2016 dan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1983. Sementara Yussuf merupakan jebolan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1973 yang saat ini menjabat Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) periode 2018-2023. Yussuf pun dikabarkan dekat dengan mantan pemimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved