Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden petahana Joko Widodo menggelar pertemuan dengan Tim Kampanye Nasional (TKN). Pertemuan diadakan di Hotel Santika, Bogor, Senin (22/10).
Politisi Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, Presiden menginstruksikan TKN menggunakan kampanye berbasis data dan menghindari menyerang personal lawan politik.
"Fokus pencapaian kinerja. Jangan sampai karena pilpres terpecah belah. Arahannya lebih ke pilpres membawa persatuan," ujarnya.
Adapun Sekretaris TKN mengatakan, pertemuan ini merupakan kegiatan rutin dengan tim kampanye dengan Jokowi. Tujuannya ialah mendengarkan arahan Jokowi.
Selain itu, pertemuan ini juga dimanfaatkan tim untuk mendengar penjelasan mengenai capaian Jokowi selama memimpin pemerintahan. Hal itu menjadi bekal tim komunikasi politik menyampaikannya ke publik.
"Kami dari TKN akan mendengar dan memberi arahan terkait skala prioritas kampanye yang akan dilakukan dan aspek-aspek lainnya. Ini waktu yang tepat untuk melakukan komunikasi politik, apalagi ini sudah empat tahun kepemimpinan Jokowi sebagai presiden," pungkasnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam ini, tampak dihadiri sejumlah elite partai koalisi. Di antaranya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen NasDem Jhonny G Plate, dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni.
Salah satu topik utama yang dibahas ialah strategi kampanye. Jokowi Berpesan kepada para juru kampanye agar menjauhi politik kebohongan.
"Intinya saya ingin memastikan jangan sampai juru bicara maupun influencer tim kami melakukan politik kebohongan. Saya sampaikan jangan. Saya ingin pastikan satu-satu. Jangan, jangan, jangan," ujarnya seusai pertemuan tertutup.
Kampanye, sambung Presiden, idealnya merupakan adu gagasan dan program untuk membangun masyarakat dan bangsa ke depan. Kampanye juga semestinya diisi dengan saling mengadu prestasi masing-masing kandidat.
"Kita ini ingin mencerdaskan masyarakat, ingin membawa kematangan mendewasakan masyarakat. Jangan perpolitikan kita dibanjiri politik kebohongan, itu berbahaya sekali," tegasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved