Istana Optimis Masyarakat Apresiasi Kinerja Presiden

Rudy Polycarpus
22/10/2018 19:55
Istana Optimis Masyarakat Apresiasi Kinerja Presiden
(MI/RAMDANI)

PADA usia ke-4 pemerintahannya, kritikan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo ibarat sebagai obat pemacu. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menuturkan, pemerintah mempersilakan masyarakat mengkritik kerja pemerintahan Jokowi.

Terlebih pada masa kampanye Pemilu 2019, ia pemerintah pasti banyak dihujani kritik, khususnya dari kubu oposisi. "Ini kan sudah masuk masa kampanye, tentu kami menyadari berbagai hal (kritik) lasti akan disampaikan. Kritik itu bagi kami pemerintah adalah obat kuat. Kami juga sama sekali tidak alergi atau menafikan. Pemerintahan siapapun perlu dikritik," ujarnya di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10).

Kendati demikian, lanjut Pramono, pemerintah meyakini bahwa masyarakat cukup puas dan menilai baik pemerintahan yang sudah berjalan.

Di sisi lain, ia optimis pemerintah bisa meraih simpati publik, khususnya pemilih mengambang yang berkisar 10-11 %. Hal ini dinilai wajar dalam demokrasi.

"Tentunya harus bisa merebut, mengambil, simpati publik untuk itu. Dan kami menyakini bahwa itu bisa dilakukan. Sekali lagi bahwa kritik, survei, itu menjadi referensi bagi pemerintah," ujarnya.

Politisi PDI-P itu menambahkan, di sisa setahun pemerintahan, Jokowi akan terus bekerja seperti biasa sembari meningkatkan kepuasan publik terhadap pemerintah. Namun, ia mengakui bahwa aktivitas Presiden pada tahun politik ini akan meningkat eskalasinya.

"Untuk konsolidasi, sosialisasi itu pada hari-hari tertentu, terutama hari Sabtu dan Minggu. Hari-hari biasa sepenuhnya akan memilih waktunya untuk bekerja biasa sebagai presiden. Hanya memang, karena intensitas dan kegiatan makin padat, presiden hampir tidak punya waktu untuk istirahat,"pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya