Amin Berikhtiar Bukan untuk Kekuasan, tapi Demi Perdamaian

Insi Nantika Jelita
21/10/2018 21:15
Amin Berikhtiar Bukan untuk Kekuasan, tapi Demi Perdamaian
()

CALON wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menyatakan bahwa ikhtiarnya menjadi pendamping Joko Widodo pada Pemilu 2019 bukan karena ambisi mengejar kekuasaan. Amin menegaskan, keputusannya menjadi cawapres dilandasi keinginannya berperan dalam menghentikan berbagai konflik sekaligus membangun perdamaian.

Menurut Amin, salah satu tokoh dunia yang menginspirasinya adalah John F Kennedy. Presiden ke-35 Amerika Serikat yang kondang dengan inisial JFK itu dikenal sebagai salah satu pelopor perdamaian dunia.

“Itu kan orang yang ingin membangun perdamaian, menghentikan konflik. Nah saya tertarik orang seperti itu. Karena saya juga ingin seperti itu,” ujarnya dalam wawancara dengan awak media di Tasikmalaya, Minggu (21/10) malam.

Kiai yang akrab disapa dengan panggilan Abah itu mengunjungi Tasikmalaya untuk menghadiri peringatan Hari Santri 2018 dab Halaqah Alim-Ulama dan Silaturahmi Pengasuh Pondok Pesantren se-Jawa Barat, Senin (22/10).

Malam ini, ketua umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu bersilaturahmi dengan pengasuh dan santri Pondok Pesantren Mistahul Huda Tasikmalaya. Dalam kesempatan itu, Amin memagikan 5.000 kitab Safinatun Najah ke santri Ponpes Miftahul Huda.

Amin juga menceritakan ketertarikannya pada film tentang perdamaian. “Bagaimana perjuangan, bagaimana menyelesaikan konflik, itu yang menjadi perhatian saya,” tuturnya.

Selain itu, Amin juga mengaku terinspirasi tokoh-tokoh pendiri Nahdatul Ulama (NU). Di antaranya adalah KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah. Di luar itu, Amin juga masih membaca hadis fikih dan kitab-kitab tafsir. Menurutnya, fikih bisa memberi solusi atas berbagai persoalan.

“Solusi fikih sering bisa menyelesaikan persoalan konflik yang terjadi. Selain itu tentu buku-buku politik, ekonomi,” tuturnya.

Sedangkan untuk kitab tafsir ada banyak yang menjadi referensi Amin, antara lain Tafsir al-Jalalain karya Jalaluddin as-Suyuthi, kitab tafsir karya Syekh Nawawi al-Bantani yang juga leluhur Kiai Ma’ruf. “Banyak sekali,” sebutnya. (RO/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya