Pemerintah Renegosiasi Proyek Jet Tempur

Gol/P-2
19/10/2018 22:45
Pemerintah Renegosiasi Proyek Jet Tempur
(MI/Ramdani)

PEMERINTAH memutuskan untuk melakukan negosiasi ulang proyek kerja sama perjanjian pengembangan jet tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KFX-IFX) dengan Korea Selatan. Selain realitas kondisi rupiah yang mengalami tekanan, keputusan tersebut pun diharapkan selaras dengan upaya menghemat APBN.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto kepada wartawan seusai rapat koordinasi membahas kelanjutan proyek jet tempur KFX/IFX, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin. “Presiden Joko Widodo memutuskan untuk tidak membatalkan, tapi merenegosiasikan. Jadi kita negosiasikan ulang bagaimana posisi Indonesia agar bisa lebih ringan untuk masalah-masalah yang menyangkut pembiayaan,” jelas Wiranto.

Mantan Panglima ABRI itu mengaku telah ditunjuk Presiden untuk menge-tuai tim khusus renegosiasi dengan pihak Korsel. Selain itu, rapat tersebut juga membahas kemampuan pembiayaan Indonesia, cost sharing, biaya produksi, alih teknologi, keuntungan hak kekayaan intelektual, pemasaran, dan kemungkinan persentase cost sharing.

“Tadi kita membicarakan banyak hal. Sekarang baru dibentuk tim dengan poin-poin yang akan kita bicarakan. Tentunya belum final karena ini butuh waktu setahun. Tetapi mudah-mudahan tidak sampai setahun bisa kita selesaikan,” terang Wiranto.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menambahkan renegosiasi bertujuan menghemat cadangan devisa negara. Ia pun mengapresiasi sikap pemerintah Korsel yang menyetujui proses renegosiasi dan restrukturisasi kerja sama tersebut.

Menurut dia, pokok renegosiasi itu ialah menunda pembayaran atau cicilan biaya pengembangan pesawat canggih KFX-IFX. Apalagi, kedua negara sepakat proses renegosiasi harus tuntas dalam tempo 12 bulan.

“Terus terang, beban kepada APBN cukup besar, apalagi jangka panjang, puluhan triliun rupiah. Kalau beli puluhan unit bisa sampai ratusan triliun rupiah. Karena itu, tidak mungkin kita tak sentuh ketika APBN tertekan dan rupiah cukup tertekan. Akan dievaluasi pasar dan konsekuensi untuk rupiah,” pungkasnya.

Jet tempur canggih KFX/IFX ialah pesawat semisiluman generasi 4.5 yang dikembangkan Korsel dan Indonesia. DPR menilai proyek tersebut masih lama untuk proses produksinya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya