MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan musuh utama Indonesia ialah terorisme, termasuk di antaranya pergerakan Islamic State (IS) yang kini marak di Bumi Pertiwi. Ryami zard menegaskan segala bentuk terorisme tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. "Musuh utama Indonesia ialah terorisme, termasuk IS. Segala bentuk gerakan terorisme, ekstrimisme, dan radikalisme, tidak boleh ada di Indonesia. Aparat keamanan sudah menyiapkan langkah antisipatif guna menekan pergerakan IS," ujarnya seperti dilaporkan Metro TV. Menhan mengatakan itu seusai memberikan arahan dan sambutan dalam acara Musyawarah Nasional Forum Komunikasi Putra/Putri Purnawirawan TNIPolri (FKPPI) di Magelang, Jawa Tengah, kemarin. Ia juga menyinggung perihal wawasan bela negara bangsa Indonesia yang terlalu rendah.
"Berdasarkan survei masalah wawasan kebangsaan yang dilakukan di 106 negara, Indonesia menempati urutan ke- 95. Ini rendah sekali. Bagaimana kalau jiwa kebangsaan ini tidak ada, apakah bisa mengorbankan jiwanya. Hal ini menjadi perhatian Kementerian Pertahanan," tandasnya. Di sisi lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang biasa disapa JK menyampaikan, masjid memiliki peran sentral dalam menangkal pengaruh radikalisme seperti IS. Caranya, kata JK, lewat dakwah yang menentramkan, bukan yang provokatif. Demikian disampaikan JK di sela-sela peresmian Menara Gentala Arasy dan jembatan pedestrian, sekaligus di lokasi yang sama melantik pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jambi, di Menara Gentala Arasy, Jambi, kemarin.
"Dakwah itu harus yang lembut dan moderat. Bicara soal kesehatan, pendidikan, ataupun kebersihan. Jangan ajarkan radikal," ujar Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu. JK menambahkan pemerintah kesulitan menindak penyebar ajaran radikalis me selama belum melakukan tindak pidana. Menurutnya, negara tidak bisa memidana seseorang karena pikirannya. "Karena itu harus lewat dakwah. Sumber ke sejarah Islam di Indonesia, sambung JK, lekat dengan ajaran moderat yang jauh dengan paham radikalisme," tutur dia. Sementara itu, anggota DPR dari Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi meminta pemerintah memusatkan upaya menangkal wabah IS lewat penggunaan intelijen dengan lebih kuat. "Daripada bikin perppu IS, TNI-Polri sebaiknya serius menggantisipasi dan memperkuat intelijen," tegas dia di Jakarta, kemarin. Untuk diketahui, 16 WNI sempat ditahan di Turki saat hendak ke Suriah karena diduga terkait IS. Sejumlah orang pun baru-baru ini dijadikan tersangka oleh Polda Jatim dan diduga terkait dengan tokoh IS di Indonesia Salim Mubarok alias Abu Jandal.