TKN Transparan Kelola Dana Kampanye

Akmal Fauzi
17/10/2018 11:30
TKN Transparan Kelola Dana Kampanye
(MI/AKMAL FAUZI)

TIM Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin (TKN Jokowi-Amin) mengumumkan rekening kampanye untuk menggalang dana pada Pemilu Presiden 2019. Nantinya, ada sistem untuk mengantisipasi masuknya dana bermasalah ke rekening milik TKN.

"Nanti akan dimunculkan platform, secara sistem, otomatis proses penyaringan dan sortir itu akan terjadi. Jadi, sudah disiapkan sistem yang langsung bisa melakukan verifikasi," kata Wakil Bendahara TKN Jokowi-Amin, Rerie Lestari Moerdijat, di Posko Cemara, Jakarta, kemarin.

Rerie memastikan, penyumbang dana yang tidak jelas akan gagal menyumbang ke rekening kampanye milik TKN. Menurut dia, sumber dana sumbangan harus jelas identitasnya.

"Nanti diverifikasi siapa pengirimnya. Kalau pengirimnya tidak dikenal atau sumbernya mencurigakan, otomatis nanti kami kembalikan," ujarnya.

Rerie menyebut, saat Pilpres 2014, tim kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pernah mengembalikan total uang sebesar Rp6 miliar ke kas negara lantaran tidak jelas sumbernya.

"Total Rp6 miliar dikembalikan ke kas negara. Kan enggak boleh (dikembalikan ke pengirimnya). Harus dikembalikan ke kas negara sesuai aturannya," kata Rerie yang pernah menjadi Bendahara Tim Jokowi-JK pada Pilpres 2014.

Bendahara TKN Jokowi-Amin, Wahyu Sakti Trenggono, menambahkan pengelolaan dana kampanye mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

"Guna memelopori transparansi dan akuntabilitas keuangan TKN, kami umumkan rekening kampanye. Seluruh masyarakat yang berniat memberikan bantuan agar disampaikan ke nomor rekening resmi TKN," imbuh dia.

 

Rekening BRI

Menurut Wahyu, dana kampanye tersebut bisa dikirim langsung melalui rekening BRI Cabang Cut Mutiah, Menteng, dengan nomor 0230 0100 3819 302 an TKN Joko Widodo Ma'ruf Amin.

Seluruh pengelolaan dana tim kampanye itu, kata Trenggono, mengikuti Peraturan KPU dengan besar per orang maksimal Rp2,5 miliar dan korporasi maksimal sebesar Rp25 miliar.

Ia menambahkan, kekuatan pasangan Jokowi-Amin ada di kekuatan gotong royong yang ditandai besarnya partisipasi publik. Antusiasme publik ini, kata dia, sebagai upaya peningkatan kualitas demokrasi.

"Dengan membangun tradisi gotong royong termasuk pengelolaan dana kampanye, maka hal itu akan semakin memperkuat tanggung jawab pemimpin bagi rakyat, bangsa, dan negara," lanjutnya.

Alokasi dana kampanye tersebut akan dipakai untuk manajemen tim pemenangan, alat peraga kampanye, komunikasi politik melalui media cetak, televisi, online, dan media sosial, serta pergerakan teritorial seluruh elemen pemenangan.

"Dana ini juga secara periodik kami umumkan ke publik total bantuan yang kami terima. Kami juga akan mengaudit secara periodik melalui akuntan publik," jelasnya.

Menurut dia, itu berbeda dengan model kampanye yang hanya mengandalkan modal kapital dari pasangan calon. Ia menambahkan, dalam menggalang dana ini, TKN akan menjual kinerja Jokowi selama menjadi presiden yang dinilai berpengaruh terhadap masyarakat.

"Yang kami jual apa yang sudah dilakukan oleh Pak Jokowi. Dengan begitu semangat gotong royong dengan partisipasi publik," ujarnya. (P-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya