Antisipasi Berita Hoaks, TKN Jokowi-Amin Fokus Edukasi Masyarakat

Golda Eksa
16/10/2018 18:00
Antisipasi Berita Hoaks, TKN Jokowi-Amin Fokus Edukasi Masyarakat
(Thinkstock)

PENYEBARAN berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian yang mewarnai pesta demokrasi perlu diantisipasi. Masyarakat pun perlu mendapat edukasi politik agar nantinya terhindar dari pelbagai informasi sesat.

Direktur Bidang Informasi dan Publikasi Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Dwi Badarmanto, mengatakan pihaknya ingin perhelatan pilpres menjadi sebuah hal yang menggembirakan ketimbang larut dalam kegaduhan.

"Jangan sampai ada berita hoaks dan biarlah orang-orang bermain dengan iramanya sendiri. Dalam hal ini media sangat berperan, serta tidak membuat informasi yang justru menimbulkan kebencian maupun sakit hati," ujar Dwi kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (16/10).

Menurut dia, TKN Jokowi-Amin akan menyampaikan segudang informasi yang bermanfaat atau kampanye positif kepada masyarakat. Ia menilai upaya tersebut lebih elegan ketimbang melancarkan kampanye negatif dan kampanye hitam.

Meski demikian, imbuh dia, TKN KIK pun tidak menyalahkan pihak-pihak yang cenderung melegalkan kampanye negatif guna meraih simpati publik. Dwi memandang pendidikan politik bagi masyarakat seharusnya menjadi prioritas.

"Kampanye negatif itu boleh, tetapi buat apa? Tidak ada manfaatnya. Sebaiknya kita perlu berpikir lebih besar untuk masyarakat. Kami di TKN Jokowi-Amin tidak akan memakai cara-cara tersebut (negatif)," terang dia.

Politikus Partai Perindo, itu berharap bangsa Indonesia tidak terjebak pada hal-hal negatif yang diumbar di ruang publik. Prinsipnya, pendidikan politik mengarahkan pada sebuah hal positif dan bukan sekadar mencari sensasi semata. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya