Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen (Purn) TNI Agus Widjojo menuturkan peningkatan daya kritis masyarakat bisa meredam berkembangnya penggunaan hoaks di era banjir informasi. Ia memandang perlu adanya kerja bersama antar seluruh masyarakat dalam hal mengembalikan dampak hoaks yang sudah tersebar.
Agus menilai, cepatnya perkembangan hoaks saat ini dikarenakan adanya kecenderungan hal tersebut dilalukan secara sistematis. Sementara terkait langkah perbaikan setelah informasi tersebut tersebar masih dilakukan secara masing-masing lembaga ataupun masyarakat.
"Mengapa hoaks mudah berkembang karena itu terencana sedangkan untuk siatem recoverynya cenderung individual atau bekerja masing-masing. Jadi daya kritis maayarakat serta adanya kerja bersama dalam hal recovery informasi hoaks diperlukan," ujarnya saat ditemui di Kantor Lemhannas, Jakarta, Senin (15/10).
Ditanya terkait tindakan Lemhannas dalam menjaga ketahanan negara akbiat berkembangnya hoaks, pihaknya secara konsisten melakukan kajian ketahanan negara yang mengacu kepada 8 unsur ketahanan nasional.
Kedelapan unsur tersebut ialah tiga gatra aspek kehidupan alamiah yakni gatra letak dan kedudukan geografi, gatra keadaan dan kekayaan alam dan gatra keadaan dan kemampuan penduduk.
Lali lima aspek kehidupan sosial yakni gatra ideologi, gatra politik, gatra ekonomi, gatra sosial budaya (sosbud), serta gatra pertahanan dan keamanan (hankam). Selain hal tersebut dirinya pun memandang peningkatan daya rasioinalitas masyarakat ditambah dengan penguatan terhadap 8 unsur ketahanan tersebut bisa jadi langkah dalam meredam hoaks.
"Kita melihat konfirmasi dari berita itu dulu. Adakah datanya? adakah faktanya? baru kita memperlakukan sebagai masalah. Kita sudah capek-capek menangani ternyata itu hanya buatan saja," ungkapnya.
Ditempat yang sama, Kabag Rotlematika Settama Lemhannas Kombes Pol Martono Sindhu menuturkan langkah recovery terkait adanya informasi bohong dapat dilakukan melalui peningkatan rasionalitas masyatakat disamping penegakan hukum.
Peningkatan rasionalitas tersebut dapat dilakukan melalui adanya akses masyarakat terhadap verifikasi informasi hoaks. Selai itu, kemudahan dalam mencari riset-riset yang berhubungan dengan pengkalam hoaks bisa menjadi solusi lainnya.
"Adanya rasionalistas empiris lewat pendidikan dan contoh teladan. Ada pelatihan dan efek negatif disana, lalu penegakan hukumnya. Hoaks itu musuh kita bersama," ujarnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved