Politisi Jangan Semai Bibit Konflik di Kampus

(Pro/Ant/P-3)
15/10/2018 08:00
Politisi Jangan Semai Bibit Konflik di Kampus
(MI/PANCA SYURKANI)

SOSIOLOG dan Dosen Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Arie Sujito M mengatakan politisi harus memiliki etika di musim kampanye politik seperti saat ini.

“Harusnya politisi itu tahu diri bahwa penggunaan kampus sebagai arena kampanye itu ada aturannya. Jadi, ja­ngan seenaknya politisi manggung dengan memanfaatkan akses,” kata Arie dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (14/10).

Hal itu diungkapkannya ketika menanggapi pernyataan Sudirman Said di media terkait dengan penyelenggara seminar di Fakultas Peternakan UGM terancam drop out dan ada tekanan dari intel.

“Kasus di Fakultas Peternak­an Universitas Ga­djah Mada yang baru saja terjadi ini, ibarat mengadu mahasiswa dengan pengurus kampus. Kasih­an mahasiswa dan pengu­rus Kampus UGM terjadi konflik akibat kepentingan politisi,” katanya. “Kita tahu, Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan adalah calon anggota legislatif dan juga tim sukses salah satu capres,” katanya.

Arie mengatakan pula, jika seminar ini dilanjutkan bisa saja forum yang akan digelar mahasiswa itu bisa berubah menjadi forum politisi.

“Mana mungkin forum itu disebut ilmiah, sedangkan beberapa pembicara adalah calon anggota legislatif dan tim sukses salah satu calon presiden yang sedang dalam momentum kampanye,” katanya.

Di sisi lain, Alumnus Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Hasto Kristiyanto ikut menanggapi penolakan seminar yang semula bakal diisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, di Fakultas Peternakan UGM.

“Pak Sudirman Said harus paham bahwa saat ini sudah masuk masa kampanye. Jadi, jangan bawa kampus untuk kampanye terselubung,” ujar dia dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Ia menambahkan, sebagai tokoh dengan intelektual lumayan seharusnya Sudirman tidak lupa dengan aturan tersebut.

“Bagi kami, muruah kampus dengan kebebasan akademiknya wajib kita hormati. Terlebih mahasiswa, di mana proses kepemimpinan nasional pun datang dari dunia kampus,” lanjutnya.

Sekjen PDI Perjuangan itu menilai kehadiran Sudirman Said terlalu dini untuk menjadi pembicara forum diskusi mahasiswa yang bakal berujung kampanye terselubung.

“Sabar saja, sebagai alumni UGM saya paham, pasti akan ada undangan resmi bagi pasangan calon atau tim kampanye untuk menyampaikan visi-misinya. UGM sangat berkompeten untuk melihat secara komprehensif terhadap agenda paslon presiden,” tutupnya. (Pro/Ant/P-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya