Ruki Bantah Jadi Mediator Eddy Sindoro

Dero Iqbal Mahendra
12/10/2018 20:20
Ruki Bantah Jadi Mediator Eddy Sindoro
(ANTARA)

ADA cerita menarik dalam penyerahan diri dari mantan bos Lippo Grup Eddy Sindoro ke Komisi Pemberantasan Korupsi setelah buron sejak 2016 silam. Setelah bersembunyi di empat negara Asia Tenggara pada akahirnya Eddy kemudian menyerahkan diri dengan mengontak 'jaringan' Mantan Ketua KPK periode 2003-2007 Taufiequrachman Ruki untuk membimbing penyerahan dirinya.

"Kurang lebih sekitar 20 hari lalu saya dihubungi oleh salah seorang jaringan saya yang mengatakan seorang tersangka DPO KPK atas nama ESI berkeinginan untuk menyerahkan diri kepada KPK," tutur Ruki dalam keterangan persnya di Gedung KPK Jakarta, Jumat (12/10).

Ketika itu Ruki mengaku tidak mengetahui sama sekali siapa itu ESI dan menyarankan agar langsung menyerahkan diri saja ke Gedung KPK di Jakarta. Namun 'jaringan' Ruki mengatakan bahwa ESI ingin mendapatkan arahan dari Ruki terkait penyerahan dirinya.

Atas dasar itikad baik Ruki kemudian menerima permohonan tersebut dan segera berkoordinasi dengan pihak KPK. Setelah berkoordinasi Ruki menyampaikan kepada 'jaringannya' agar ESI menyerahkan diri ke kedutaan besar Indonesia di negara setempat dan nantinya KPK akan mengirimkan penyidiknya ke sana.

"Itu prosedur yang mememang ada ternyata, dan itu yang saya sampaikan kepada jaringan saya. Ternyata yang bersangkutan di Singapura dan saya kemudian menghubungi atase kepolisian Indonesia di Singapura dan meminta mereka mengurus prosesnya untuk kepentingan penegakan hukum," jelas Ruki.

Setelah itu prosesnya dilakukan antara atase kepolisian Indonesia di Singapura dan pihak KPK. Meski begitu pihak 'jaringan' berharap Ruki dapat hadir di KPK dalam penyerahan diri ESI.

"Pak untuk meyakinkan bahwa saudara ESI betul sudah datang dalam keadaan aman dan selamat saya harap bapak dapat muncu di KPK. kemunculan saya di KPK itu persoalan lain tetapi saya koordinasi dengan pimpinan dan kemudian dipersilahkan," jelas Ruki.

Oleh sebab itu, Ruki menegaskan bahwa dirinya tidak berkaitan dengan ESI dan bukan sebagai mediator antara ESI dan KPK.

"Saya bukan mediator saya hanya diminta bantuan oleh jaringan saya dan saya salurkan sesuai dengan saluran yang ada. Saya sendiri tidak kenal yang namanya ESI, tidak pernah bertemu sebelumnya. Kebetulan saja jaringan saya link up dengan mereka," pungkas Ruki.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pun menilai penyerahan diri dari ESI sebagai suatu hal yang menarik. Menurut Saut hal yang menjadi poin penting disini adalah soal kepercayaan atau trust kepada Ruki. Termasuk kepercayaan akan keselamatan dari ESI itu sendiri.

"Menarik dibalik penyerahan diri ESI, kenapa persoalan trust itu jatuh kepada seseoarang yang sangat senior di KPK itu menarik sebetulnya. Ini soal trust," pungkas Saut. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya