KPU: Lelang Logistik Pemilu Lebih Efisien dengan E-Katalog

Nurjiyanto
09/10/2018 20:44
KPU: Lelang Logistik Pemilu Lebih Efisien dengan E-Katalog
(MI/Rommy Pujianto)

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi menuturkan proses lelang dalam pemilu 2019 lebih efektif serta efisien dalam hal pengeluaran anggaran. Pasalnya, adanya penggunaan katalog elektronik dalam proses lelang membuat proses pemenang lelang lebih terbuka.

"Secara overall kita mendapatkan harga yang lebih murah dari proses pengadaannya kan sekarang dengan proses e-katalog kan. Kalau dulu kan tidak jadi total yang kita keluarkan secara total itu jauh lebih murah dengan dibandingkan di 2014," ujarnya saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (9/10).

Ia mencontohkan dari nilai kontrak untuk produksi kotak suara pihaknya mengeluarkan Rp284.1 miliar. Nilai tersebut hanya 29.97% dari pagu anggaran untuk produksi kotak suara yakni Rp948.1 miliar.

"Lalu untuk bilik suara kita hanya menggunakan Rp59.8 miliar atau 30.51 persen dari total pagu anggaran yang berjumlah Rp196 miliar," ujarnya.

Pramono menjelaskan biaya tersebut juga telah termasuk kedalam prosea pengiriman. Sehingga KPU tidak perlu melakukan lelang lagi untuk mencari siapa yang nantinya akan mengirim logistik ke daerah karena sudah satu paket di pemenang lelang.

Pihaknya juga menggandeng Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam proses lelang ini. Hal tersebut dilakukan untuk memperkecil adanya risiko hukum serta untuk memperlancar proses pelelangan.  

"Dari sisi itu kita merasa lebih tenang tidak ada potensi masalah hukum mark up atau korupsi atau gratifikasi,” ujarnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya