Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada Tony Prasetiantono mengatakan, indikator penilaian kondisi perekonomian Indonesia yang diumumkan kubu calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto, Jumat malam, tidak komprehensif. Situasi ekonomi hanya dilihat dari rupiah dan defisit transaksi berjalan (CAD).
"Dalam tahun politik, kondisi ekonomi bisa didramatisasi dan dimaknai berbeda, karena melihatnya hanya dari 1-2 indikator saja (rupiah dan CAD), dan tidak melihat secara komprehensif," kata Tony dihubungi Sabtu (6/10).
Menurut kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih jauh dari krisis. Perekonomian memang mengalami tekanan dilihat dari pelemahan rupiah yang terjadi akibat defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Namun, sejauh ini perekonomian masih tumbuh 5,1%-5,2%. Perekonomian masih tumbuh 5,1%-5,2%, inflasi 2,88% (year on year) dan cadangan devisa masih sebesar USD118 miliar.
"Melihatnya harus komprehensif. Ibarat check up kesehatan harus menyeluruh tidak parsial. Ibarat nonton bola harus 90 menit tidak hanya 5 menit pertama ketika kita sedang kebobolan toh?" pungkasnya.
Kondisi yang masih baik itu juga ditunjukan dengan masih mampunya industri perbankan melakukan ekspansi kredit 11%-12%. Modal perbankan juga dinilai masih kuat terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 22%.
Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah ahli ekonomi di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/10) malam. Dalam pertemuan tersebut tim ekonomi mengatakan ekonomi Indonesia kian genting. Kemudian disepakati beberapa solusi yang ditawarkan koalisi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di sektor perekonomian. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved