Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI bertemu Presiden Joko Widodo, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho tidak pulang dengan tangan hampa. Laki-laki kelahiran Boyolali tersebut yang sangat mengagumi sosok Jokowi mendapat kenang-kenangan berupa foto dirinya bersama Jokowi.
Dua foto tersebut menggambarkan suasana pertemuan Sutopo dengan mantan Wali Kota Solo di ruang kerja Presiden, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/10) siang. Di salah satu foto tersebut, Jokowi menorehkan pesan kepada Sutopo yaitu "Tetaplah Menjadi Inspirasi" dengan disertai tanda tangannya.
"Ini adalah kado terindah saya menjelang ulang tahun tanggal 7 Oktober," kata Sutopo usai bertemu Presiden yang berlangsung sekitar 20 menit. Diakuinya, ia sangat mengagumi mantan Gubernur DKI Jakarta itu sejak menjadi Wali Kota Solo.
Sebetulnya, Sutopo sudah sejak lama ingin berjabat tangan dengan Jokowi dalam beberapa kali kesempatan yang ada. Namun, keinginan tersebut tidak pernah terealisasi. "Hari ini saya bisa langsung berjumpa, bertatap muka langsung dengan Bapak Presiden, bersalaman langsung dengan Bapak Presiden," ungkapnya.
Ia pun mengaku mendapat banyak nasehat dari Presiden agar tetap bisa menjalankan tugasnya dengan menyesuaikan kondisi tubuhnya saat ini. Untuk diketahui, Sutopo kini tengah berjuang melawan penyakit kanker paru stadium 4B yang dideritanya.
Presiden Joko Widodo sangat menghargai perjuangan yang dilakukan Sutopo di tengah penyakit yang dideritanya. Menurutnya, itu bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. "Ini saya kira sangat menginspirasi kita semuanya, bahwa dalam kondisi beliau yang sedang sakit, tetap masih mendedikasikan semangatnya untuk pekerjaan yang digelutinya dalam sekian tahun ini," tuturnya.
Ia pun menceritakan bahwa selama 8 tahun menjadi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo selalu menyampaikan informasi mengenai bencana yang terjadi di Indonesia dengan cepat, gamblang, dan mudah diterima oleh masyarakat.
"Dan informasi-informasi itu disampaikan tidak sekali, sehari bisa dua kali, tiga kali, empat kali, sehingga informasi-informasi yang ada di lapangan selalu gamblang dan jelas," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved