Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) dan Jaksa Agung HM Prasetyo mendapat serangan dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Atas perbuatan kadernya tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sontak meminta maaf.
“Saya minta maaf kepada Presiden Jokowi dan Jaksa Agung atas tweet Bung Andi Arief, kader Demokrat, yang terlalu keras,” tulis SBY melalui akun Twitter miliknya @SBYudhoyono, kemarin.
SBY berharap ulah Andi Arief tidak sampai membuat Presiden Jokowi dan Jaksa Agung Prasetyo terganggu. “Pernyataan spontan Andi Arief tersebut mungkin berlebihan dan membuat tidak nyaman Pak Jokowi dan Pak Prasetyo,” lanjutnya.
Pada hari yang sama, Andi Arief lewat akun Twitter-nya @AndiArief_ telah lebih dahulu mengatakan Kejaksaan menjadi alat politik NasDem. Mantan aktivis mahasiswa itu kemudian mengatakan lebih baik 2018 ganti presiden dan pemilu dipercepat.
“Jokowi, kejaksaan, dan NasDem apa harus menunggu SBY menyerukan rakyat turun ke jalan untuk mengakhiri kebobrokan hukum yang digunakan untuk politik,” tulis Andi.
Pernyataan tersebutlah yang kemudian membuat SBY buru-buru membuat klarifikasi. Ia tidak ingin Presiden dan Jaksa Agung terganggu dengan pernyataan Andi Arief yang dinilainya spontan.
Meski sudah meminta maaf atas ulah anak buahnya, SBY menilai Andi Arief sedang mewakili perasaan kader Demokrat terkait dengan penjaketan Ketua DPD Demokrat Sulawesi Utara Vicky Lumentut menjadi kader NasDem, Kamis (27/9) malam. Hal itu dinilai demonstratif dan melukai.
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menuturkan NasDem tidak pernah menggunakan institusi kejaksaan untuk memperoleh kekuatan di bidang politik. “Perpindahan merupakan konsekuensi logis dari demokrasi terbuka. Tokoh politik akan terus mencari tempat yang paling nyaman untuk memberikan kerja terbaiknya,” Kata Willy.
Ia menyayangkan gaya komunikasi Andi Arief dan kader Demokrat lainnya yang mengatakan perpindahan tersebut karena tekanan kasus hukum di Kejaksaan. “Kita tidak pernah mencampuri persoalan hukum tokoh politik,” cetusnya.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengungkapkan dalam waktu dekat akan ada arus besar perpindahan para politisi dari partai lama yang memutuskan untuk bergabung ke NasDem. Pindahnya para tokoh tersebut bahkan disebut-sebut memiliki efek kejutan di dunia politik.
“Insya Allah banyak. Bulan-bulan berikutnya akan membuat surprise, ini arus besar di NasDem,” papar Surya di Makassar, Jumat (28/9).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved