Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPP Partai NasDem Willy Aditya menuturkan bahwa NasDem tidak pernah menggunakan institusi kejaksaan untuk memperoleh kekuatan di bidang politik.
Ia menegaskan, NasDem idak pernah mencampuri persoalan hukum tokoh politik, di NasDem jika ada kader yang jadi tersangka kita minta mundur atau dipecat.
“Kita tidak pernah mencampuri persoalan hukum tokoh politik, di NasDem jika ada kader yang jadi tersangka kita minta mundur atau dipecat. Jadi kita juga tidak akan menerima orang-orang bermasalah karena itu bisa menjadi beban partai,” Kata Willy Aditya, hari ini.
Pernyataan tersebut Willy ungkapan saat menanggapi tudingan kader Partai Demokrat Andi Arief yang menuduh bergabungnya kader Demokrat Walikota Manado GS Vicky Lumentut ke NasDem karena ingin keluar dari masalah hukum di Kejaksaan.
Selain itu juga atas pernyataan sekjen partai Demokrat Hinja IP Pandjaitan, hari ini, yang menduga pindahnya ketua DPD Demokrat Sulawesi Utara GS Vicky Lumentut ke Partai NasDem karena persoalan hukum di Kejaksaan. Willy membantah tudingan tersebut.
“Perpindahan kader, tokoh politik merupakan konsekuensi logis dari demokrasi terbuka. Tokoh politik akan terus mencari tempat yang paling nyaman untuk memberikan kerja terbaiknya. Kader pindah itu dialami semua partai bukan hanya demokrat jadi jangan terlalu lebai. NasDem juga mengalami hal sama, ada anggota DPRD dan pengurus kita yang pindah ke partai lainnya,” Kata Willy Aditya
Willy Aditya juga menilai cuitan dan tudingan tersebut disebabkan Demokrat kalut, banyak kader yang tidak sejalan dengan DPP pada Pemilu mendatang. Jadi persoalan ini ada di internal Demokrat sendiri dalam menghadapi pemilu yang semakin dekat. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved