KPK Perkuat Bukti Keterlibatan Sofyan Basir

Juven Martua Sitompul
26/9/2018 23:10
KPK Perkuat Bukti Keterlibatan Sofyan Basir
(MI/ Febri Diansyah)

KOMISI Pemberantasan Korupsi tak berhenti menelisik keterlibatan Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Bahkan, bukti terus dipertajam melalui kesaksiaan tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih (EMS).

"Masih soal pendalaman yang lalu saja dengan pertemuan saya dengan Pak Johannes Kotjo, Sofyan Basir," kata Eni usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/9).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, hingga kini salah satu hal yang masih digali dari pemeriksaan Eni adalah terkait skema penunjukan perusahaan Blackgold Natural Resources Limited sebagai konsorsium penggarap proyek bernilai US$900 juta tersebut.

Termasuk, soal peran Sofyan Basir dalam meloloskan perusahaan milik Johannes tersebut.

"(Yang didalami) Terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-I," pungkas Febri.

Sofyan Basir juga sudah dua kali diperiksa penyidik dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Saat itu, dia diperiksa sebagai saksi untuk kedua tersangka lain yakni Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan bos PT Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK).

Nama Sofyan Basir memang santer disebut sebagai salah satu pihak yang ikut terlibat dalam pembahasan proyek PLTU Riau-I. Sofyan diduga ikut berperan dalam meloloskan perusahaan Blackgold Natural Resources Limited sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.

Bahkan, dalam CCTV yang disita KPK dari sejumlah lokasi, Sofyan Basir bersama dengan mantan Menteri Sosial Idrus Marham beberapa kali melakukan pertemuan dengan kedua tersangka dalam kasus ini yakni Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

KPK baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiga tersangka itu antara lain, Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan teranyar Idrus Marham. (Medcom/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya