Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UTUSAN Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Selasa (25/9).
Keinginan untuk tetap berada di tengah dan menjaga ummat agar tak terbelah pada kontestasi politik menjadi alasannya mundur dari jabatan tersebut.
"Ahamdulillah beliau sudah membaca, dan dapat memahami maksudnya. Apalagi setelah saya sampaikan secara lisan. Beliau menerima pengunduran diri saya" ujarnya seusai pertemuan.
Din menjelaskan, dirinya sudah menyerahkan surat untuk mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban pada tanggal 21 September lalu. Pengembalian mandat dilakukan setelah Jokowi ditetapkan sebagai calon presiden 2019-2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Din beralasan jabatan yang diembannya melekat pada presiden.
Sebagai pemilik jabatan keumatan, lanjut Din, ia harus berada di tengah, tidak condong kepada salah satu kontestan pemilu. Jabatan keumatan itupun menuntutnya untuk menjadi pengayom yang harus berada di atas semua golongan.
Din mengatakan, saat ini ia masih sebagai pemimpin dari organisasi atau gerakan yang harusnya bersifat netral. Ia masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI.
Ia juga masih menjabat Ketua Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Jakarta.
"Kalau saya masih menjabat sebagai utusan khusus presiden yang sekarang jadi capres, itu berarti banyak yang memahaminya saya hanya ada di satu pihak, di satu kubu, saja. Itu aan menghalangi dan tidak memudahkan upaya saya untuk membangun kebersamaan dari masyarakat majemuk, di berbagai organisasi," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved