Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo kembali mengimbau masyarakat jangan sampai terpecah-belah saat Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 yang merupakan pesta demokrasi.
"Yang paling penting jangan sampai karena pesta demokrasi ini masyarakat menjadi kelihatan terbelah atau antarkampung tidak saling sapa, antarteman menjadi tidak rukun kembali, dan kita tidak merasa sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Itu yang seharusnya tidak (terjadi)," kata Presiden Joko Widodo di Rumah Makan Mbah Jingkrak, Setiabudi, Jakarta, kemarin.
Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo mendadak mengajak wartawan yang biasa bertugas di Istana Kepresidenan untuk makan siang bersama di rumah makan yang menyediakan sajian khas Indonesia itu.
Acara digelar beberapa saat sebelum KPU melaksanakan peng-undian nomor urut pasangan calon presiden-wakil presiden pukul 20.00 WIB tadi malam.
"Saya sudah sampaikan ber-ulang-ulang, pesta demokrasi setiap 5 tahun sekali, bukan hanya pilpres, ya, ada pemilihan gubernur, pemilihan bupati, pemilihan wali kota, dan juga jangan lupa pemilihan kepala desa. Ini pesta demokrasi, proses demokrasi yang memang sudah menjadi amanat undang-undang," ungkap Presiden.
Ia pun menilai masyarakat bebas untuk menentukan pilihan pasangan calon presiden dan wa-kil presiden, apakah memilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Mau milih siapa silakan karena memang ini pesta demokrasi. Beda pilihan juga tidak apa-apa, tetapi kerukunan, persatuan, persaudaraaan sebagai saudara sebangsa setanah air jangan sampai dilupakan. Saya kira itu," tegas Presiden.
Saat makan siang di RM Mbah Jingkrak, kedatangan Jokowi sempat membuat heboh pengunjung rumah makan tersebut. Beberapa pengunjung nekat mendekati Jokowi untuk mengajak berswafoto meski diminta tertib oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
"Tadi makan oseng-oseng daun pepaya, tempe mendoan, kerupuk. Sudah. Itu saja yang kita makan, hanya itu," kata Presiden.
Bersikap dewasa
Tokoh Katolik, Romo Antonius Benny Susetyo, mengatakan dirinya berharap masyarakat Indonesia dapat bersikap lebih dewasa dan hati-hati di masa kampanye. Sikap tersebut dibutuhkan tidak hanya untuk mencegah terjadinya perpecahan, tetapi juga untuk dapat membuat pilihan calon-calon pemimpin terbaik bagi bangsa.
"Masyarakat harus lebih mengedepankan kecerdasan dalam memilah pemberitaan. Masyarakat tidak perlu reaktif dan berlebihan," ujar Romo Benny ketika dihubungi, kemarin.
Masyarakat pun harus mendo-rong agar para calon yang maju bisa menghadirkan program yang konkret. Dengan begitu, masa kampanye akan dapat diisi dengan kegiatan penyampaian informasi maksimal mengenai setiap tokoh sebelum waktu pemilu tiba.
Ia mengatakan, dengan sikap dewasa masyarakat, pihak yang memiliki niat untuk menciptakan kegaduhan dan perpecahan tidak akan mendapat tempat.
Mereka akan dengan sendirinya tenggelam. "Karena kalau masyarakat tidak merespons black campaign, masyarakat dewasa, tidak terpancing, itu juga tidak akan laku jualannya," ujar Romo Benny.
Sementara itu, seluruh partai politik di Pasuruan, Jawa Timur,, sepakat dan menginginkan pelaksanaan demokrasi saat Pemilu 2019 mendatang berjalan damai dan sejuk.
Deklarasi yang dimotori Pemkab Pasuruan bersama Polres Pasuruan dan Kodim 0819 itu, digelar di halaman Masjid Chenghoo Pandaan, Pasuruan, yang menjadi simbol kerukunan toleransi beragama dan budaya, kemarin. "Kita harus jaga situasi tetap kondusif," kata Kapolres Pasuruan AKB Raydian Kokrosono (Put/AB/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved