Elemen Muda 212 Bantah Klaim Ijtima Ulama Terkait Dukungan Capres

Thomas Harming Suwarta
20/9/2018 15:37
Elemen Muda 212 Bantah Klaim Ijtima Ulama Terkait Dukungan Capres
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

ELEMEN Muda 212 menyayangkan gerakan sekelompok orang yang menggelar Ijtima Ulama dan mengaitkannya dengan gerakan 212 dalam memberikan dukungan politik pada Capres-Cawapres tertentu.

Mereka menganggap gerakan 212 beberapa waktu lalu itu adalah sebuah gerakan moral yang tidak bisa diklaim oleh sekelompok orang apalagi untuk kepentingan politik dukung-mendukung Capres-Cawapres.

"Kita tidak ingin agar gerakan moral umat islam yang mengikuti aksi 212 dengan motivasi luhur membela agamanya dari penodaan kemudian dijdikan alat politik oleh kelompok tertentu. Itu tidak boleh dan sangat kita sayangkan," kata Mantan Ketua Umum PBHMI Mulyadi P. Tamsir yang tergabung dalam elemen muda 212 saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (20/9).

Saat aksi 212 berlangsung, Mulyadi selaku Ketua PBHMI menggerakan banyak elemen muda dan mahasiswa untuk terlibat dalam aksi 212. "Jadi kalau kita bicara peran dalam aksi tidak ada yang bisa mengklaim. Jadi biarkan saja peserta 212 memilih siapa pemimpinnya sesuai hati nurani masing-masing," jelas Tamsir.

Selain itu, Ia juga menegaskan, klaim Ijtima Ulama GNPF-Ulama yang membawa-bawa gerakan 212 dan 411 saat memberikan dukungan pada Capres-Cawapres Prabowo-Sandi dianggap mencederai gerakan moral umat Islam 212.

"Ketika Ijtima Ulama itu membawa 212 atau 411 maka sama saja mereka mencederai sebuah gerakan moral umat islam. Karena gerakan 212 atau 411 adalah murni gerakan moral bukan politik kekuasaan yang dilakukan oleh Ijtima Ulama itu," kata Mantan Ketua PBHMI Mulyadi P. Tamsir saat memberikan keterngan bersama Elemen Muda 212 di Jakarta, Kamis (20/9).

Ijtima Ulama kata dia silahkan saja memilih dukungan politik tapi jangan membawa-bawa kelompok atau gerakan 212 atau 411. "Kita tidak ingin merusak umat Islam yang berjuang dengan tulus lalu dimanfaatkan untuk dukungan politik. Ini yang tidak boleh," tegasnya.

Diketahui dalam Ijtim Ulama yang digelar GNPF-Ulama yang memberi dukungan pada Prabowo-Sandi beberapa waktu lalu juga mengklaim gerakan 212 dan 411. Pada kesempatan tersebut Ijtima Ulama juga mengikat kontrak politik dengan Prabowo dalam bentuk poin-poin pakta integritas. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya