Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM pembekalan para Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Perindo, Presiden Jokowi berpesan kepada para caleg untuk dapat terjun langsung ke lapangan dan menemui langsung konstituen. Menurut Jokowi, Perindo sebagai partai sudah memiliki modal dengan sangat dikenal di masyarakat khususnya melalui media televisi.
"Saya lihat dari sisi serangan udara, Partai Perindo itu saya kira udah selesai. Saya kalau nyetel televisi jam 12, atau jam 1 malam di semua channel MNC, semua sudah hapal. Bahkan isteri saya juga hapal nyanyiannya," tutur Jokowi disambut tawa para peserta yang hadir di gedung MNC Center Jakarta, Senin (17/9).
Jokowi pun menyebut berdasarkan pengalamannya pada pilkada Walikota di Solo pada 2004 dulu berpolitik tidak begitu berbeda dengan berjualan produk. Menurut dirinya politik tidak berbeda jauh dengan pola marketing.
"Dari pengalaman saya berjualan produk, saya lihat-ihat jualan produk dan politik itu mirip-mirip. Ada jualan branding, marketing produk dan marketing politik. Itu saya bawa," terang Jokowi.
Oleh sebab itu dirinya menekankan pentingnya para caleg untuk turun ke lapangan dari pintu ke pintu guna mendapatkan kepercayaan dan simpati rakyat. Para caleg harus membangun kepercayaan, dan mendapatkan simpati rakyat sebagaimana dirinya lakukan dulu.
Terkait dengan adanya pandangan yang mengatakan terpecahnya ulama di Indonesia, Jokowi menyatakan hal tersebut tidak tepat. Dalam negara demokrasi kebebasan menentukan pilihan adalah suatu hal yang wajar.
"Perlu saya ingatkan sekali lagi, dukungan itu harus konteks sehat, fair, sehingga masyarakat bisa menguji ide, gagasan program yang disampaikan atau yang telah dilaksanakan. Saya kira penting sekali sehatnya demokrasi di tanah air demi kedewasaan berdemokrasi kita," terang Jokowi.
Pemilu merupakan kontestasi gagasan hasil kerja prestasi rekam jejak. Oleh sebab itu dirinya sangat berharap jangan sampai dalam pilpres ini memakai sara, maupun fitnah yang sangat tidak mendewasakan mematangkan demokrasi Indonesia. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved