Ma'ruf Amin: Pancasila Ideologi Titik Temu

Gaudensius Suhardi
15/9/2018 19:24
Ma'ruf Amin: Pancasila Ideologi Titik Temu
(Usman Kansong)

BAKAL Cawapres KH.Ma'ruf Amin, Sabtu (15/9) menghadiri Dialog Kebangsaan yg digagas oleh Ormas dan Alumni Cipayung di Pontianak, Kalimantan Barat.             

Dalam paparannya Kiai Ma'ruf mengatakan bahwa Pancasila adalah titik temu ( Kalimatun sawa') dari berbagai aliran, agama, suku dan budaya. Menurutnya, Indonesia sebagai negara Pancasila merupakan negara kesepakatan utk hidup secara damai.  “Karena itu,  persoalan ideologi sudan selesai, sudah disepakati. Tidak boleh ada ideologi selain Pancasila,” tegas Kiai Ma’ruf.

Menurut Kiai Ma’ruf, Indonesia beruntung punya kesepakatan lain, aknj UUD 1945 atau ittifaqqat akhawawiyah. Pancasila dan UUD 1945 ini jd landasan lahirnya NKRI.

Karena itulah Rois Alam PBNU ini mengutarakan bahwa Indonesia adalah negara kesapakatan yg disebut darul mitsaq. Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa dalam darul  mitsaq semua warganegara diperlakukan secara sama, tidam boleh ada diskriminasi.                 

Selanjutnya KH Ma'ruf Amin mengatakan bahwa di kitab fiqh ada istilah daf'u dlararin ja'iin, kewajiban kolektif menghilangkan kelaparan dan bencana kemanusiaan lainnya baik bagi muslim ataupun non muslim.                   

Dewan Pengarah BPIP ini menbahkan Islam dan Pancasila tidak berbenturan. “Indonesia bukan negara agama, tetapi negara religius, religious nation state, seperti jelas tercantum di Sila Pertama,” ujar Kiai Ma’ruf.

Sistem pemerintahan di Indonesia, lanjut Kiai Ma’ruf, juga sidan disepakati berbentuk republik. “Karena itu, isu khilafah bukan ditolak taoi tertolak, begitu juga sistem lain selain republik akan tertolak karena menyalahi kesepakatan ( mukhalafatul mistsaq),” ucap Kiai Ma’ruf. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya