Usul Debat Bahasa Inggris Dibalas Lomba Salat dan Mengaji

Pro/Mal/P-1
15/9/2018 11:40
Usul Debat Bahasa Inggris Dibalas Lomba Salat dan Mengaji
(Ilustrasi)

KOALISI Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan debat bahasa Inggris untuk capres-cawapres. PKB menilai kubu Prabowo kehabisan bahan atau isu untuk menyerang pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Menurut saya kehabisan bahan itu. Debat itu ini presiden ya pakai bahasa Indonesia, kenapa? Karena itu ukuran menurut UU bahasa kita, dan dalam aturan enggak ada yang mengharuskan debat bahasa Inggris," ujar Sekjen PKB Abdul Kadir Karding.

"Itu orang-orang berkampanye dengan satu judul itu kehabisan bahan," imbuhnya.

Karding pun lalu menggoda kubu Prabowo-Sandiaga. Ia balik mengusulkan ada lomba ngaji dan salat bagi peserta pilpres. "Kalau mau cari-cari seperti itu, saya bisa usulkan lomba ngaji, lomba salat antara capres," kata Karding.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu meminta agar kubu rival tidak asal melemparkan isu. Karding mengingatkan, pasangan capres-cawapres seharusnya lebih mengedepankan program yang ditawarkan untuk menyejahterakan rakyat.

Apa respons bakal cawapres, Sandiaga Uno? Sandiaga mengatakan, dirinya enggan berkomentar terkait usulan lomba itu. Namun, dia menekankan agar momen Pilpres 2019 tidak menjadi ajang untuk menjatuhkan satu sama lain.

"Jadi saya enggak akan berkomentar sama hal-hal yang negatif. Terima kasih Pak Karding, tentunya ini juga mungkin ajakan kita semua untuk menggunakan pilpres ini untuk tidak saling menjatuhkan," ujar Sandiaga.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menambahkan jangan samakan debat pasangan capres-cawapres dengan lomba cerdas cermat siswa SMA. Perdebatan penggunaan bahasa untuk debat capres menurutnya hal yang tidak perlu diperpanjang.

"Memangnya ini cerdas cermat SMA apa pakai adu bahasa Inggris segala? Pilpres itu visi. Capres visi, komitmen, track record, bukan soal bahasa. Kalau perlu adu bahasa Indonesia saja. Ngapain bahasa Inggris," ujar Cak Imin.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani menilai usulan kubu Prabowo-Sandiaga genit. Pasalnya, kewibawaan kepala negara tidak ditentukan penggunaan bahasanya.

Usulan debat menggunakan bahasa Inggris dilontarkan Ketua DPP PAN Yandri Susanto. Menurutnya, kemampuan berbahasa menjadi penting ditunjukkan melalui debat capres-cawapres.

Arsul pun mempertanyakan kemampuan Yandri. "Yang usul debat pakai bahasa Inggris itu ngerti gak bahasa Inggris? Saya kan tahu juga siapa anggota DPR yang bisa bahasa Inggris."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya