Kongres Wanita Keberatan dengan Istilah Emak-Emak

Agus Utantoro
14/9/2018 19:07
Kongres Wanita Keberatan dengan Istilah Emak-Emak
(ANTARA)

KETUA Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengaku tidak setuju jika kaum perempuan Indonesia disebut dengan panggilan emak-emak.

Sebab, menurut dia, perempuan Indonesia sudah memiliki konsep tentang ibu bangsa sejak 1953. Oleh karena itu, pihaknya tidak setuju istilah emak-emak untuk perempuan Indonesia, yang ada hanya Ibu Bangsa.

"Saya tidak setuju dengan istilah emak-emak," katanya saat menyampaikan sambutan di hadapan Presiden Joko Widodo saat Sidang Umum Ke 35 International Council Of Women dan Temu Nasional Seribu Organisasi Indonesia di Inna Garuda, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (14/9).

Giwo menuturkan, konsep tentang perempuan Indonesia sehingga lahir terminologi ibu bangsa yang dirumuskan sejak Indonesia belum merdeka.

Ibu bangsa itu, kata Giwo, memiliki makna perempuan sebagai kaum yang memiliki tugas kehormatan untuk mempersiapkan generasi bangsa yang unggul dan wawasan kebangsaan yang militan. "Jadi tak ada istilah power of emak-emak, sorry ya?" ujar Giwo yang disambut riuh 2.050 perempuan yang hadir dalam acara itu.

Giwo kembali menegaskan, Kowani sebagai organisasi perempuan tertua di Indonesia yang saat ini anggotanya sudah lebih dari 60 juta perempuan di Indonesia.

Mendapat protes penggunaan istilah emak-emak itu, Presiden Jokowi menanggapi, "Saya setuju pernyataan bu Giwo soal emak-emak itu. Perempuan Indonesia adalah Ibu Bangsa," kata Jokowi. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya