Demokrat Bersikeras Bantah Berita Asia Sentinel

Putri Rosmalia Octaviyani
13/9/2018 18:30
Demokrat Bersikeras Bantah Berita Asia Sentinel
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

PARTAI Demokrat bersikeras membantah pemberitaan yang dirilis media asing Asia Sentinel. Demokrat menganggap berita tersebut tidak benar dan data yang digunakan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Nggak usah ditanggapilah. Ini tahun politik, jadi itu pasti berita sampah itu. Berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan di Jakarta, Kamis (13/9).

Ia mengatakan, berita itu sangat merugikan Demokrat. Ia menganggap apa yang disebutkan dalam berita tentang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Demokrat tidak mendasar. Tidak ada hal yang perlu diklarifikasi lebih jauh.

"Tidak usah dibahas, itu merugikan kita semua yang pasti," ujar Syarief.

Syarief enggan berkomentar lebih jauh mengenai hal tersebut. Ia menganggap hal tersebut sudah selesai dibahas dan tidak ada yang perlu dipertanyakan. Terutama tentang isi berita yang menyebut jika SBY merupakan tokoh utama di balik skandal Bank Century.

Sebelumnya, Asia Sentinel menulis artikel berjudul 'Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy'. Berita itu memuat tudingan adanya konspirasi pencurian uang negara lewat skandal Bank Century.

Artikel yang ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, itu mengklaim adanya konspirasi mencuri uang negara hingga US$12 miliar dan mencucinya melalui perbankan internasional.

Asia Sentinel menyebut Bank Century sebagai ‘Bank SBY’ karena lembaga keuangan hasil merger tiga bank itu menyimpan dana gelap terkait Partai Demokrat yang dipimpim SBY. Bank Century lantas disuntik modal pada 2008 dan berubah nama menjadi Bank Mutiara setelah diakuisisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya