Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Demokrat mengakui banyak kader mereka yang tidak sejalan dengan garis partai dengan menyatakan dukungan ke kubu Joko Widodo dan Ma'ruf Amin ketimbang ke Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, dalam Pilpres tahun depan.
"Sebelum putuskan untuk dukung Prabowo, Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menginstruksikan semua ketua DPD untuk lakukan survey internal di seluruh kader Demokrat di daerah. Tujuannya untuk minta pandangan mau dukung mana," ujar Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan, dalam diskusi Dialektika Demokrasi, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/9).
Syarief mengatakan, dari hasil survey itu diketahui, jika ada setidaknya 20% dari lebih dari 10 ribu total kader Demokrat se-Indonesia memilih untuk dukung Jokowi-Ma'ruf. Mereka hingga saat ini enggan mengikuti komitmen partai di koalisi oposisi untuk memdukung pasangan Prabowo-Sandiaga.
"Jadi yang sekarang diberitakan ada satu dua tiga kader, bukan hanya itu, tapi memang ada 20%. Kebanyakan dari Jatim, Papua, NTT, bali, dan Sulawesi Utara," ujar Syarief.
Kondisi itu membuat partai tidak bisa untuk memberikan sanksi bagi kader yang tidak mau ikut komitmen partai. Terutama banyak di antara kader yang saat ini memegang peranan penting di daerah masing-masing. Seperti ketua DPD partai dan kepala daerah.
Syarief mengatakan, pihak partai masih akan terus menjalin komunikasi dengan para kader yang mendukung Jokowi. Ia berharap akan ada perubahan pilihan politik mereka dalam waktu beberapa bulan ke depan, sebelum pemilihan presiden berlangsung. "Sementara itu saat ini manajemen partai tetap berjalan seperti biasa apa adanya," tutur Syarief. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved