TNI AL Investigasi Insiden Terbakarnya KRI Rencong

Golda Eksa
11/9/2018 18:53
TNI AL Investigasi Insiden Terbakarnya KRI Rencong
(Ist)

MARKAS Besar TNI AL akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki insiden terbakarnya KRI Rencong 622. Tim akan berkerja secara maksimal guna memastikan, serta mencari tahu secara menyeluruh penyebab petaka tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Gig JM Sipasulta melalui keterangan tertulis, Selasa (11/9). "Diharapkan dari hasil investigasi ini dapat dijadikan bahan evaluasi guna mengantisipasi serta menghindari kejadian serupa di masa yang akan datang," katanya.

KRI Rencong 622 terbakar saat melaksanakan operasi BKO Gugus Keamanan Laut III di sekitar perairan Sorong, Papua, Selasa (11/9) pukul 07.00 WIT. Lokasi insiden berada kurang lebih 20 mile dari Dermaga Komando Armada III TNI AL.

"Musibah ini terjadi pada saat KRI bergerak dari laut menuju dermaga umum Sorong untuk melaksanakan bekal ulang air tawar di Pelabuhan Sorong. Kapal melaksanakan pemanasan gas turbin (GT), dimulai dengan start APU GT sempat GT hidup dan kemudian mati."

Menurut dia, saat di periksa pada control GT indikator tidak ada kelainan, akan tetapi pada saat dicek ke ruang GT tiba-tiba muncul api. "Merespon kondisi tersebut prajurit KRI langsung melaksanakan peran kebakaran. Setelah ditangani oleh Tim PEK KRI Rencong-622 api tetap membesar," terang Gig.

Sambil tetap berupaya mengatasi kebakaran yang terjadi, komandan KRI mengarahkan kapal mendekat ke daratan terdekat dan lego jangkar dekat Pulau Yefdoif di Perairan Sorong. Kobaran Api semakin membesar dan kapal black out (listrik mati total), serta api sudah merambat mendekati gudang amunisi kapal.

"Guna menghindari korban jiwa karena rawan kemungkinan terjadinya ledakan, Komandan KRI memutuskan untuk melaksanakan peran peninggalan bagi seluruh ABK KRI Rencong-622," katanya.

Pada saat proses kebakaran terjadi Komandan KRI Rencong-622 tetap berupaya melaksanakan penyelamatan kapal sesuai prosedur yang berlaku, termasuk melaporkan dan berkordinasi terus dengan komando atas tentang kondisi yang dihadapi di lapangan.

Namun dengan berbagai upaya penyelamatan yang dilaksanakan, karena kebakaran makin membesar dan tidak dapat ditanggulangi lagi maka Komandan memutuskan untuk seluruh anggota meninggal Kapal. Akhirnya kapal tidak dapat terselamatkan dan tenggelam pada posisi lego jangkar dekat Pulau Yefdoif di Perairan Sorong.

Sementara itu, seluruh ABK KRI Rencong yang selamat telah dievakuasi ke Pangkalan Armada III Sorong, beserta beberapa peralatan penting KRI Rencong-622 yang dapat diselamatkan. Informasi menyebutkan kapal nahas itu berisi 37 prajurit TNI AL.

KRI Rencong 622 merupakan jenis Kapal Cepat Rudal (KCR), kapal ini dibuat di Galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan pada tahun 1979. Kapal ini didesain sebagai kapal berkecepatan tinggi dimana badan kapal terbuat dari aluminium. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya