Kagum akan Totalitas Jokowi untuk Indonesia

P-2
08/9/2018 11:50
Kagum akan Totalitas Jokowi untuk Indonesia
(MI/Bary Fathahilah)

TEKA-TEKI mengenai siapa yang memimpin tim pemenangan pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) terjawab sudah. Kemarin petang, Jokowi secara resmi mengumunkan pengusaha muda Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai strategi dan rencana kerja menghadapi Pilpres 2019, wartawan Media Indonesia Nurjiyanto mewawancarai Erick Thohir di Rumah Cemara 19, Jakarta Pusat, kemarin. Berikut petikannya.

Kapan mulai ditawarkan untuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf?
Baru pada 20 Agustus lalu.

Langsung terima atau...?
Hahaha... rahasia itu.

Apa yang membuat Anda akhirnya menerima tawaran itu?
Dari apa yang saya lihat sendiri, kekuatan Pak Jokowi terletak pada hati nuraninya untuk rakyat dan untuk membangun Indonesia. Saya kagum akan totalitas Pak Jokowi dalam membangun bangsa ini. Itu yang jadi pertimbangan dan pilihan saya.

Bagaimana strategi yang akan Anda siapkan ke depan sebagai ketua TKN?
Saya rasa kita kan baru rapat hari Rabu depan, dan di situ baru kita diskusi strategi-strategi untuk ke depan.

Ada arahan khusus dari Jokowi?
Kalau beliau (Jokowi) mengarahkan sangat sederhana. Intinya, kami panitia bekerja tidak hanya untuk menyukseskan beliau di Pilpres 2019, tapi bagaimana juga untuk kepentingan rakyat ke depan. Itu yang terpenting.

Siap bertarung dengan pihak penantang dalam kontestasi nanti?
Kalau dibilang bertarung, kita keberatan. Di sini kita ingin mempunyai pesta demokrasi yang bersahabat, menunjukkan kepada dunia bahwa kita bangsa besar. Saya rasa kuncinya bukan berta-rung. Justru di sini kalau kita cinta Indonesia, kita harus bersahabat dan juga bermartabat. Kalau Pak Jokowi waktu itu berpelukan dengan Pak Prabowo, ya saya juga nanti akan berpelukan dengan Pak Sandiaga di lapangan basket.

Bagaimana strategi untuk me-raup suara milenial?
Nanti baru akan dibahas Rabu, saya juga baru ditelepon tadi jam dua (pukul 14.00 WIB), jadi saya rasa terlalu dini untuk bicara itu. Tapi kita akan persiapkan sesuai dengan visi-misinya, bukan karena kita ingin membohongi rakyat atau mengamuflase rakyat. Ini yang kita janjikan.

Apa yang nantinya akan Anda tawarkan untuk tim kampanye?
Saya diminta sumbangsih dari segi manajemen dan pemikiran. Tentu saya mesti banyak belajar dari teman-teman yang jauh pengalaman. Tapi tentunya di sini beliau (Jokowi) sudah berbicara bagaimana manajemen yang saya pahami.

Soal ekonomi Indonesia saat ini, bagaimana Anda menjawabnya nanti sebagai ketua TKN?
Saya rasa begini, bahwa kalau kita melihat ekonomi dunia, itu memang sekarang sudah terjadi ekuilibrium. Apakah ekonomi Indonesia dibilang jelek? Tidak. Data-data menunjukkan tahun ‘98 dengan sekarang jauh posisinya. Tapi ada ekuilibrium yang terjadi di dunia. Tentu pasti ada yang lebih ahli daripada saya sekarang di pemerintahan.
Pada saat ini kita bicara baru calon, saya dan tim tidak mau mengatasnamakan pemerintah karena pemerintah pasti lebih tahu. Saya rasa banyak figur kuat di pemerintah terkait ekonomi dan insya Allah ada hal-hal yang akan disampaikan. Karena begini, setiap negara mempunyai strategi sendiri-sendiri.

Ada kekhawatiran dengan bisnis Anda setelah masuk dunia politik?
Saya rasa tadi, Pak Jokowi sudah menjelaskan bagaimana mengharapkan poin saya di sini sebagai profesional, dan alhamdulillah selama ini memang kerjaan saya sudah ditinggal 2 tahun 3 bulan, dan ternyata alhamdulillah jalan juga. Jadi saya rasa, ini juga kesempatan usaha-usaha yang kebetulan saat ini Allah berikan ke saya, bisa berjalan baik dengan kepercayaan terhadap keprofesionalan saya.
Nah, ini saya lihat sebuah tantangan besar, tetapi ini juga sebuah amanah yang harus kita laksanakan sesuai dengan visi-misi dan tentu track record yang ada di Pak Joko Widodo selama ini.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya