Jokowi Diminta Teladani Nilai-Nilai Gus Dur

Rudy Polycarpus
07/9/2018 20:40
Jokowi Diminta Teladani Nilai-Nilai Gus Dur
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PRESIDEN Joko Widodo menyambangi kediaman Presiden RI ke-IV alhamrum Abdurrahman Wahid di Ciganjur, Jakarta, Jumat (7/9). Jokowi tiba di kediaman Gus Dur sekitar pukul 16.05 WIB. Dalam silaturahmi ini, Jokowi terlihat didampingi Mensesneg Pratikno.

Ia langsung disambut putri sulung Gus Dur, Yenny Wahid. Pertemuan digelar tertutup selama sekitar 30 menit.

Kunjungan Presiden Jokowi kali ini bertepatan dengan haul Gus Dur yang lahir pada tanggal 7 September 1940.

Dalam pertemuan itu, Jokowi menyantap bubur merah putih untuk memperingati hari lahir Gus Dur "Tadi juga ingin mengabarkan mengenai kesehatan beliau. Saya kira beliau alhamdulillah dapat diberikan kesehatan yang baik oleh Allah SWT. Itu saja," ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga meminta doa restu kepada Sinta terkait ppencalonannya dalam pemilihan presiden 2019. Jokowi kembali maju sebagai calon presiden 2019 dan berpasangan dengan Ma'ruf Amin.

Presiden mengaku ini bukan kali pertama berkunjung ke kediaman Gus Dur. "Saya ke sini tidak sekali dua kali ini. Kalau tidak keliru seingat saya sudah yang keempat," tandasnya.

Pada kesempatan ini Presiden juga bertemu dengan tokoh-tokoh dari Madura. Presiden menuturkan, mereka memberi masukan terkait keluhan mahalnya tarif jembatan di Suramadu.

"Dulu sebetulnya dari Rp30 ribu kita sudah potong jadi Rp15 ribu, yang sepeda motor sudah dibebaskan. Tapi memang itu dampak terhadap investasi dan ekonomi masih belum kelihatan sehingga beliau-beliau meminta itu untuk ditinjau kembali," ujarnya.

Sinta Nuriyah menyambut baik kedatangan Presiden ini. Menurutnya, Presiden Jokowi adalah sosok yang suka bersilaturahmi kepada tokoh masyarakat, kiai, dan sebagainya.

"Termasuk ke sini karena saya dianggap sebagai orang tua yang patut dikunjungi. Jadi saya sebagai orang tua pasti akan memberikan doa," kata Ibu Sinta Nuriyah.

Ia pun memberikan pesan terkait amanah yang diemban seorang pemimpin. Sinta meminta Jokowi mengamalkan nilai-nilai Gus Dur.

"Sesuai apa yang ada dalam kaidah fikih, kebijakan seorang pemimpin itu harus berdasar pada kepentingan rakyatnya, bukan golongan," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya