Capaian Pembangunan Wilayah Perbatasan NKRI Mulai Terealisasi

Thomas Harming Suwarta
07/9/2018 21:10
Capaian Pembangunan Wilayah Perbatasan NKRI Mulai Terealisasi
(MI/Aries Munandar )

CAPAIAN Program pembangunan wilayah perbatasan pada zaman Presiden Joko Widodo secara bertahap mulai terealisasi. Upaya penegakan kedaulatan negara, sudah mulai terintegrasi dengan baik dengan pendayagunaan sumber daya dan pemerataan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Sigit Budianto dalam sesi Diskusi Media di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (7/9).

"Dari berbagai upaya yang sudah dilakukan selama ini kita optimis bahwa wilayah perbatasan kita perlahan dan secara bertahap makin maju, baik dari sisi infraatruktur karena menyangkut aksesibilitas maupun pemenuhan kebutihan dasar masyarakatnya," kata Sigit.

Mengacu pada rencana induk 2015-2019 pembangunan yang dilakukan di perbatasan kata dia dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan secara gotong royong bersama Kementerian-Lembaga dengan fokus pada 187 kecamatan yang menjadi lokasi prioritas di 42 Kabupaten dan 13 provinsi. Ditambah lagi dengan kegiatan di 10 titik strategis yaitu di Aruk, Entikong, Badau, Atambua, Jayapura, Sabang, Ranai, Sebatik, Tahuna dan Saumlaki.

Ia menjelaskan, dalam empat tahun ini capaian di wilayah perbatasan bisa dilihat misalnya degan terpasangnya pilar RI-Timor Leste, pilar RI-PNG, pembangunan dan renovasi pos-pos perbatasan, penyelesaian Outstanding Boindary Problem antara RI-Malaysia, selesainya penentuan Batas landan kontinen Indonesia-India Di Laut Andaman, selesainya penentuan Batas landas kontinen di Laut China Selatan bagian timur Semenanjung Malaysia dan prmbangunan jalan inspeksi atroli perbatasan di Kalimantan Barat. "Artinya capaian ini sangat positif yang menjadi pijakan untuk makin memaksimalkan pembangunan di wayah perbatasan," tegas Sigit.

Bukan itu saja pada zaman Jokowi juga ada pembangunan dermaga sepanjang 2.167 meter dan Pos Pos di wilayah perbatasan. "Termasuk adanya pembangunan pertanian terpadu melalui cetak sawah baru di Kalimantan dan Papua, pengembnlangan penggemukan sapi di Belu, NTT, dan realisasi pembangunan gedung sekolah, rumah sakit, penambahan tenaga medis dan elektrifiksi dan akses komunikasi," beber Sigit.

Hal yang fenomenal juga jelas Sigit adalah pembangunan 7 pos lintas batas negara (PBLB) yang kini menjadi megah dan indah. PBLN tersebut yaitu PBLN Aruk,, Entikong, Badau, Wini, mootain, Motamasin, dan Skouw di Papua. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya