Eni Terganggu Dengan Kunjungan Novanto di Rutan KPK

Dero Iqbal Mahendra
07/9/2018 19:30
Eni Terganggu Dengan Kunjungan Novanto di Rutan KPK
(ANTARA)

MANTAN Ketua Umum Golkar Setya Novanto diduga berupaya untuk mempengaruhi kesaksian Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih dalam kasus suap PLTU Riau-1. Diduga kunjungan tersebut berkaitan dengan nyanyian Eni yang menyebut mendapat perintah dari Novanto dan juga keterkaitan partai Golkar dalam kasus PLTU Riau 1.

"Saya sudah sampaikan kepada penyidik. Memang apa yang disampaikan oleh pak Novanto membuat saya membuat saya kurang nyaman," tutur Eni usai pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Jumat (7/9).

Novanto sendiri sejauh ini diduga telah empat kali mengunjungi rutan dan menemui Eni. Hal tersebut pun sudah disampaikan Eni kepada penyidik terkait hal tersebut. Namun dirinya tidak bersedia untuk menjelaskan secara lebih lanjut apa saja yang disampaikan oleh Novanto.

"Penyidik menanyakan kepada saya atas kedatangan pak Novanto menemui saya. Saya sudah jelaskan apa yang disampaikan pak Novanto. Semua hal ada lima hal itu sudah saya sampaikan kepada penyidik," tutur Eni.

Eni meyakini apa yang dilakukan oleh Novanto sudah diketahui oleh penyidik sebelumnya. Sebab menurutnya apa yang dilakukan Novanto tersebut dilakukan di dalam kompleks rutan KPK.

Saat ditanyakan terkait pengembalian uang oleh anggota partai Golkar sebesar Rp 700 juta dirinya membenarkan mengetahui hal tersebut. Menurutnya pengembalian tersebut akan bertambah lagi kedepannya karena akan dilakukan secara bertahap.

"(Uang) Itu dari panitia munaslub, mereka mengembalikan secara bertahap. Itu memberikan bukti bahwa memang uang yang Rp 2 miliar itu (mengalir) untuk Munaaslub Golkar," pungkas Eni.

Eni sendiri saat ini sudah mengajukan proses Justice Colabolator (JC) untuk penanganan kasusnya. Agar permohonan tersebut dikabulkan dirinya harus memberikan keterangan seterang mungkin dan juga menjelaskan sejelas jelasnya terkait kasus tersebut.

Eni diketahui mengungkap sejumlah hal baru terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 seperti mendpaatkan perintah dari Novanto untuk mengawal proyek senilai US$ 900 juta tersebut. Eni menyebut Novanto sebagai pihak yang mengenalkannya kepada Kotjo yang juga Bos Apac Group. Bahkan Eni menyatakan tak mungkin mengenal Kotjo tanpa melalui Novanto.

Eni diduga menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo agar perusahaannya menggarap proyek PLTU Riau-1. Selainitu Eni juga mengungkapkan sebanyak Rp 2 miliar yang merupakan bagian dari uang suap yang diterimanya dari Kotjo mengalir untuk kegiatan Munaslub Golkar. Eni juga mengklaim keterlibatannya dalam proyek ini lantaran ditugaskan oleh Ketua Umum Partai Golkar saat itu yakni Novanto.

Dalam kesempatan yang berbeda Mantan Sekjen Partai Golkar secara kebetulan menghimbau kepada kader partai Golkar untuk tidak mengait ngaitkan partai dengan kasus bila memang tidak ada kaitannya. Idrus beranggapan hal tersebut akan merugikan partai jelang berlangsungnya kegiatan pemilu.

"Saya sudah berbicara dengan pimpinan Golkar hari iniagar di koordinasikan, Ini sudah menghadapi pemilu, jadi kalau sayang Golkar dan kita ingin Golkar maju maka jangan kait kaitkan dengan Golkar kalau tidak ada kaitannya," tutur Idrus. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya