Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengawas Pemilu mengungkapkan menemukan data ganda dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang telah ditetapkan oleh KPU. Sebanyak 131 ribu pemilih ganda ditemukan Bawaslu. Jumlah itu tersebar di 76 dari 514 kabupaten/kota.
Angka tersebut dikatakan berpotensi masih akan bertambah. Meski belum ada yang bisa memastikan akan adanya penambahan atau pengurangan.
"Iya karena itu kita baru dilihat 76 daerah kami akan sisir sisanya, bisa saja ada lagi di daerah sisanya, tapi saya belum bisa memastikan," ujar Ketua Bawaslu, Abhan, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/9).
Abhan mengatakan, pihaknya menemukan data ganda tersebut dari soft copy sistem informasi data pemilih (Sidalih) yang terdapat di website KPU.
“Itu kan kita lihat dari soft copy-nya Sidalih, data yang kita terima dan kita lihat memang. Nama-nama itu ada ganda. Kami mengkategori dengan tiga elemen, NIK, nama, tanggal lahir. Tapi dengan NIK ganda itu ya ganda. Kalau nama bolehlah orang bisa sama,” kata Abhan.
Dikatakan Abhan, Bawaslu dapat mengakses keseluruhan data pemilih, termasuk 12 digit NIK masing-masing orang. Sehingga, Abhan bisa memastikan bahwa temuan Bawaslu sebanyak 131 ribu data pemilih ganda itu adalah benar adanya.
“Kami bisa akses ke seluruh akses NIK data. Bisa semua, jadi untuk validasi memang ada (data ganda) sebanyak 131 ribu. Tapi tentu ini kami akan sisir kembali. Seluruhnya nanti kita akan sisir,” ujar Abhan.
Meski begitu, Abhan mengatakan Bawaslu belum bisa merinci daerah mana saja yang mayoritas terdapat kegandaan data pemilih. Setelah penyisiran dilakukan secara menyeluruh di 514 kabupaten kota, Bawaslu akan segera memetakan daerah mana saja yang terdapat pemilih ganda.
“Kami belum petakan itu, nanti seluruhnya akan kami petakan," tutup Abhan. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved