Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Aziz menanggapi soal dugaan adanya 25 juta pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebagaimana yang ditemukan oleh tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Kami yakin jumlah data pemilih ganda tidak sampai 25 juta," kata Viryan di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (4/9).
Menurut Viryan, koalisi Prabowo-Sandiaga menggunakan tiga elemen data untuk menyisir data pemilih ganda, yaitu Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama dan tanggal lahir. Viryan melanjutkan, data NIK yang digunakan koalisi Prabowo-Sandiaga merupakan data yang diberikan KPU kepada parpol saat rekapitulasi DPS pada 12 Juni 2018.
Namunm, data NIK tidak lengkap karena empat angka terakhir diganti tanda bintang. Ia menjelaskan, ketentuan itu merupakan permintaan tertulis dari Dukcapil lantaran terkait dengan data pribadi.
"Jadi kebijakan kami mengganti empat angka di belakang NIK. Dengan mengecek NIK yang menggunakan 12 digit tentu berbeda dengan 16 digit." jelasnya.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal saat jumpa pers di Kawasan SCBC kemarin menyampaikan telah menemukan sekitar 25 juta pemilih ganda dari DPS.
Mereka meminta menunda daftar pemilih tetap (DPT) yang rencananya akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu 5 September 2018. (Medcom/OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved